Harga Avtur Naik, Biaya Haji 2026 Bertambah Rp1,77T

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Harga Avtur Naik, Biaya Haji 2026 Bertambah Rp1,77T

Gambar atau konten salah?

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu lonjakan harga avtur, yang langsung berdampak pada anggaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Biaya haji yang sebelumnya diperkirakan lebih rendah kini naik hingga Rp 1,77 triliun, menambah beban keuangan bagi pemerintah.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa pemerintah telah membahas beberapa alternatif sumber dana untuk menutupi kekurangan biaya tersebut. Ia menegaskan bahwa dana tambahan tidak akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari anggaran keuangan negara lainnya.

“Kemarin sudah dibicarakan ada beberapa alternatif. Bukan APBN, tapi tetap anggaran keuangan negara,” kata Irfan pada pertemuan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, pada 21 April 2026.

Perubahan harga avtur disebabkan oleh perang antara Iran dan Amerika SerikatIsrael, serta penutupan Selat Hormuz yang membuat harga minyak mentah melonjak. Dampak ini memaksa maskapai penerbangan yang melayani jemaah haji 2026 untuk meminta tambahan biaya.

Mulanya, Garuda Indonesia meminta peningkatan tarif tiket penerbangan. Tidak lama kemudian, Saudia Airlines juga menuntut tambahan harga tiket. Kedua maskapai menilai bahwa biaya tambahan yang diperlukan untuk mengakomodasi permintaan mereka hampir mencapai Rp 1,77 triliun.

Maskapai tersebut melaporkan langsung masalah ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Dari laporan tersebut, Prabowo meminta agar penambahan harga tidak dibebankan kepada jemaah haji. Ia menegaskan bahwa APBN akan menyerap beban tambahan tersebut.

“Tambahan biaya yang diperlukan untuk kedua penerbangan ini hampir Rp 1,77 triliun karena kita juga agak kelabakan ini. Maka kami lapor ke presiden apa yang terjadi. Dia bilang, penambahan ini jangan dibebankan kepada jemaah. Ini komitmen presiden ke jemaah haji,” ujar Irfan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, pada 15 April 2026.

Irfan menjamin bahwa anggaran sudah disiapkan dan saat ini pihaknya tengah menyusun landasan peraturan agar dana tersebut dapat dicairkan tepat waktu. Dengan demikian, meski biaya haji meningkat, pemerintah berusaha memastikan bahwa beban tambahan tidak akan dirasakan langsung oleh para jemaah.

Harga avturBiaya haji 2026Anggaran keuangan negaraPerang Iran-AS-IsraelSelat HormuzMaskapai penerbanganAPBN

Komentar

Memuat komentar...