Harga campuran logam gamelan melonjak, perajin terpaksa naikkan jual
Gambar atau konten salah?
Di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, para perajin gamelan menghadapi lonjakan harga bahan baku. Campuran logam yang diimpor dari Pulau Jawa kini melonjak lebih dari seratus persen.
Nyoman Suartama, 52 tahun, salah satu pengrajin gamelan di Tihingan, mengungkapkan bahwa harga campuran logam naik dari Rp 125 ribu per kilogram menjadi Rp 260 ribu per kilogram sejak Maret lalu. “Meningkat dua kali lipat lebih,” tutur Suartama, Rabu (06 Mei 2026).
Untuk menyesuaikan, Suartama terpaksa menaikkan harga jual gamelan. Namun, beberapa pesanan sudah dibayar penuh sebelum kenaikan harga. “Proses pembuatan gamelan tiga sampai enam bulan. Sehingga ada beberapa yang sudah memesan pada Januari, sebelum harga naik, dan sudah dibayar penuh. Sekarang mau dinaikkan tidak enak. Jadinya rugi,” jelas Suartama.
Awalnya, para perajin di Tihingan dapat mencampur timah dan tembaga sendiri. Namun, akses ke bahan tersebut kini sulit. Suartama menyebut bahwa semua perajin tidak lagi mencampur sendiri, sehingga kenaikan harga bahan baku langsung memaksa mereka menaikkan harga jual.
Di sisi lain, Rai Astuti, 46 tahun, pemilik workshop Suara Utama Gong Tihingan, juga merasakan dampak. Ia mengaku kewalahan dengan kenaikan harga. Sebagai contoh, sepasang ceng-ceng berdiameter 25 cm yang sebelumnya dijual Rp 1,7 juta kini menjadi Rp 2,3 juta. “Reong per biji sebelumnya saya jual Rp 2,5 juta, sekarang naik jadi Rp 3 juta,” ujar Rai.
Meski harga naik, Rai tidak terlalu khawatir penjualan gamelan menurun. Desa Tihingan dikenal sebagai sentra perajin gamelan Bali. Para peminat, baik seniman lokal maupun luar daerah, hingga mancanegara, masih memesan dan membeli langsung.
Situasi ini menyoroti ketergantungan para pengrajin pada bahan baku impor dan bagaimana fluktuasi harga dapat langsung memengaruhi harga jual serta profitabilitas mereka. Meskipun tantangan tetap ada, permintaan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa nilai seni gamelan tetap dihargai oleh banyak orang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
