Hari Arafah: Waktu Sangat Terbaik Perbanyak Doa dan Zikir

Bayu K. · 7 min baca · 1 bulan lalu · 38 dibaca
Bisik.id
Hari Arafah: Waktu Sangat Terbaik Perbanyak Doa dan Zikir

Gambar atau konten salah?

Hari Arafah adalah hari ke‑sembilan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Bagi jemaah haji, hari ini menandai puncak ibadah haji melalui wukuf di Padang Arafah. Bagi umat yang tidak berhaji, hari ini menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, khususnya puasa sunnah, doa, zikir, dan amal saleh lainnya.

Menurut buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al‑Faifi, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari siksa neraka selain hari Arafah."

Hadis tersebut menjadikan hari Arafah sebagai salah satu hari yang paling dinanti setiap tahunnya.

Hari Arafah sering disebut sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak doa. Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik‑baik doa adalah doa pada hari Arafah."

Rasulullah juga mengajarkan salah satu zikir utama yang dianjurkan dibaca pada hari Arafah:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ ٱلْمُلْكُ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arab Latin: Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Selain zikir ini, hadits yang berasal dari Ibnu Abbas RA menegaskan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk hari Arafah, sebagai amal yang paling utama melebihi jihad di jalan Allah SWT:

مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهُ فِي عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ. قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ. قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ إِلا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فِي سَبِيلِ اللهِ، ثُمَّ لاَ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْء

Artinya: “Tidak ada amal yang lebih utama daripada sepuluh hari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seorang laki‑laki keluar dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah kemudian ia tidak kembali membawa sesuatu.”

Riwayat lain menjelaskan keutamaan hari Arafah dengan kalimat:

“Hari‑hari di dunia yang paling utama adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”

Waktu yang paling dianjurkan untuk memperbanyak doa pada hari Arafah adalah sejak setelah matahari terbenam hingga menjelang Maghrib. Bagi jemaah haji, momen ini bertepatan dengan wukuf di Padang Arafah. Bagi umat yang tidak berhaji, waktu tersebut dianjurkan untuk diisi dengan puasa, zikir, membaca Al‑Qur’an, dan memperbanyak doa.

Berikut adalah doa‑doa yang banyak diamalkan pada hari Arafah. Semua doa ini diambil dari buku Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah yang Dicontohkan Rasulullah dan Para Ulama karya H Deden Hafid Usman Lc dkk.

1. Doa Dimudahkan Meninggalkan Maksiat

اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Arab Latin: Allāhummanqulnī min dzullil ma'shiyati ilā 'izzit thā'ah, wakfinī bi halālika 'an harāmik, wa aghninī bi fadhlika 'an man siwāk. Wa nawwir qalbī wa qabrī. Wa a'idznī minas syarri kullih. Wajma' liyal khayr. Innī as'alukal hudā wat tuqā, wal 'afāfa, wal ghinā.

Artinya: Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilah aku dengan halal‑Mu dari barang haram‑Mu. Genapilah diriku dengan kemurahan‑Mu dari zat selain diri‑Mu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepada‑Mu petunjuk, takwa, kecukupan, dan kekayaan.

2. Doa Sapu Jagat

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab Latin: Allāhumma rabbanā ātinā fid dunia hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.

Artinya: Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.

3. Doa Mohon Pengampunan

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Arab Latin: Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran kabīran, wa innahū lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min 'indik, warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm.

Artinya: Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Kau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan dari sisi‑Mu. Kasihanilah aku, sungguh Kau maha pengampun lagi penyayang.

4. Doa Diberi Istikamah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تَصْلُحُ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي رَحْمَةً وَاسِعَةً أَسْعَدُ بِهَا فِي الدَّارَيْنِ وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوْحًا لَا أَنْكُثُهَا أَبَدًا وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الاِسْتِقَامَةِ لَا أَزِيْغُ عَنْهَا أَبَدًا

Arab Latin: Allāhummaghfir lī maghfiratan tashluhu bihā sya'nī fid dārayn, warhamnī rahmatan wāsi'atan as'adu bihā fid dārayn, wa tub 'alayya taubatan nashūhā lā ankutsuhā abadā, wa alzimnī sabīlal istiqāmah lā azīghu 'anhā abadā.

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang membuat maslahat urusanku di dunia dan akhirat. Berikanlah aku rahmat‑Mu yang luas di mana aku dapat bahagia di dunia dan akhirat. Bimbinglah aku dalam tobat nashuha yang mana aku takkan melanggarnya lagi selamanya. Ikatlah aku di jalan istikamah yang mana aku takkan menyimpang darinya selamanya.

5. Doa Mohon Perlindungan

كَاَلَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ { اللَّهُمَّ لَك صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَإِلَيْك مَآبِي وَلَكتُرَاثِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ

Arab Latin: Allahumma laka shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati, wa ilayka ma'abi, wa laka turatsi. Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri, wa waswasatis shadri, wa syattatil amri. Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma taji'u bihir rihu.

Artinya: Ya Allah, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk‑Mu. Hanya kepada‑Mu tempat pulangku. Hanya milik‑Mu peninggalanku. Ya Allah, aku berlindung kepada‑Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya konsentrasi. Aku berlindung kepada‑Mu dari kejahatan yang dibawa oleh angin.

6. Doa Memuji Keagungan Allah SWT

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي قَلْبِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَمِنْ سَيِّئَاتِ الْأُمُورِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَشَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ

Arab Latin: Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah. Lahul mulku walahul hamdu wa hua alâ kulli syai'in qadîr. Allâhummaj'al fî sam'î nûrâ, wa fî basharî nûrâ, wa fî qalbî nûrâ. Allâhummasyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî. Allâhumma innî a'ûdzu bika min wasâwisis shadri, wa min saayi'âtil umûr, wa min adzâbil qabri. Allâhumma innî a'ûdzu bika min syarri mâ yaliju fil lail, wa syarri mâ yaliju fin nahâr, wa syarri mâ tahubbu bihir rîhu, wa syarri bawâ'iqid dahri.

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, jadikanlah pendengaranku, penglihatanku, dan hatiku bercahaya. Lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Aku berlindung kepada‑Mu dari bisikan hati, perkara yang buruk, dan dari azab kubur. Aku juga berlindung dari kejahatan yang datang di malam hari dan siang hari. Aku berlindung dari kejahatan yang dibawa angin dan kejelekan zaman.

Berikut amalan‑amalan yang dianjurkan saat puasa Arafah. Semua amalan ini diambil dari buku Salah Kaprah! Shalat, Puasa, Sedekah, dan Doa Penyebab Ibadah Tertolak, Rezeki Seret, dan Hidup Ruwet yang ditulis Rizem Aizid.

1. Memperbanyak Zikir dan Doa

Selama berpuasa, waktu sangat baik untuk memperbanyak zikir (mengingat Allah) dan istigfar (memohon ampun). Hati yang bersih dan tubuh yang menahan hawa nafsu akan lebih mudah khusyuk dalam berzikir. Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik‑baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik‑baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan: ‘La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli sya-in qadir’"

2. Memperbanyak Membaca Al‑Qur’an

Waktu puasa sangat baik untuk membaca dan merenungi ayat‑ayat suci Al‑Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa membaca satu huruf dari Al‑Qur’an, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh."

Disarankan membaca Al‑Qur’an setelah sholat fardu, saat menunggu waktu berbuka, atau di sepertiga malam menjelang sahur.

3. Salat Sunah (Duha, Rawatib, dan Tahajud)

Selama berpuasa, jangan lewatkan kesempatan untuk mengerjakan salat sunah. Beberapa salat sunah yang sangat dianjurkan saat puasa adalah:

• Salat Duha yang dapat dikerjakan di pagi hari, sekitar pukul 08.00 hingga sebelum dzuhur.

• Salat sunah Rawatib yakni salat sebelum dan sesudah sholat fardu.

• Salat Tahajud yang dilaksanakan di malam hari, utamanya sepertiga malam terakhir.

4. Bersedekah dan Membantu Sesama

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan saat puasa adalah bersedekah, baik dalam bentuk uang, makanan, tenaga, maupun bantuan lainnya. Sedekah saat puasa mendatangkan pahala besar. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa itu."

5. Menjaga Lisan dan Perilaku

Orang yang berpuasa tidak hanya dituntut menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga ucapan, sikap, dan pikiran. Hindari berkata kasar, ghibah, berdebat, atau emosi yang tidak perlu. Rasulullah SAW bersabda:

"Jika seseorang di antara kalian sedang berpuasa, maka hendaklah ia tidak berkata keji dan tidak bertengkar. Jika ada yang mencelanya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Saya sedang berpuasa’."

6. Berdoa Saat Berbuka

Waktu berbuka adalah salah satu momen mustajab untuk berdoa. Doa orang yang sedang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, pada saat ia berbuka terdapat doa yang tidak ditolak."

Hari Arafah menandai puncak ibadah bagi jemaah haji dan sekaligus menjadi waktu yang sangat dianjurkan bagi umat yang tidak berhaji. Dengan memperbanyak doa, zikir, membaca Al‑Qur’an, dan melaksanakan amalan‑amalan sunah, umat dapat memanfaatkan momen istimewa ini. Keutamaan doa pada hari Arafah, keagungan Allah, dan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah menegaskan bahwa hari ini adalah waktu yang paling harus dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada‑Allah.

Hari ArafahPuasa ArafahZikirDoaSepuluh Hari DzulhijjahWukuf Padang ArafahAmalan Ibadah

Komentar

Memuat komentar...