Hari Lahir Pancasila 2026: Upacara Serentak di Seluruh Indonesia

Iwan D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Hari Lahir Pancasila 2026: Upacara Serentak di Seluruh Indonesia

Gambar atau konten salah?

01 Juni 2026 akan menjadi hari yang penuh makna bagi bangsa Indonesia. Pada Senin 01 Juni 2026, seluruh negeri akan memperingati Hari Lahir Pancasila dengan rangkaian upacara yang terkoordinasi di tingkat pusat, daerah, instansi, dan sekolah. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyiapkan pedoman resmi yang mengatur susunan, waktu, dan tata cara pelaksanaan. Semua pihak diharapkan mengikuti petunjuk ini agar peringatan berlangsung serentak dan terhormat.

Di Jakarta, upacara pusat dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Presiden Republik Indonesia akan berperan sebagai inspektur upacara, memimpin seluruh prosesi. Penurunan bendera Merah Putih akan dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB, namun tanpa kehadiran peserta atau tamu undangan. Seluruh acara akan disiarkan langsung melalui kanal BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, serta televisi nasional, memastikan setiap warga dapat menyaksikan peringatan secara real‑time.

Berikut susunan upacara pusat, dimulai dengan persiapan dan diakhiri dengan penutupan. 09.30 terompet pertama mengiringi masuknya pasukan. 09.35 terompet kedua menandai kedatangan komandan. 09.36 pasukan upacara masuk, diikuti 09.43 komandan masuk. 09.48 Wakil Presiden tiba di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, 09.49 Presiden tiba di tempat yang sama. 09.50 laporan perwira upacara disampaikan, lalu 09.51 Presiden, sebagai inspektur, tiba di tempat upacara.

Selanjutnya, 09.52 penghormatan kebesaran dilaksanakan, 09.53 laporan komandan upacara, dan 09.54 pengibaran Sang Merah Putih. Pada 10.00 penghormatan kepada Sang Merah Putih dilanjutkan, 10.08 mengheningkan cipta, 10.10 tanda kebesaran buka, 10.11 pembacaan teks Pancasila, 10.12 tanda kebesaran tutup. 10.13 pembacaan pembukaan Undang‑Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) diikuti 10.16 amanat inspektur upacara. 10.26 pembacaan doa, 10.30 Andhika Bhayangkari, 10.31 laporan komandan upacara, dan 10.32 penghormatan pasukan. Penutup dilaksanakan pada 10.33 inspektur meninggalkan tempat, 10.34 laporan perwira, dan 10.35 upacara selesai.

Formasi Pasukan Paskibraka pada upacara pusat menggunakan Formasi Pancasila. Terdiri dari lima kelompok, masing-masing kelompok mewakili satu sila Pancasila. Kelompok ketiga bertugas mengibarkan bendera Merah Putih. Semua anggota kelompok adalah Paskibraka, dan satu komandan memimpin formasi. Pakaian tamu undangan diatur sesuai jenis undangan: pria memakai pakaian sipil lengkap, wanita memakai pakaian nasional, dan anggota TNI/Polri memakai pakaian Dinas Upacara III (PDU III).

Di tingkat daerah, upacara juga dijadwalkan pada Senin 01 Juni 2026 pukul 08.00 waktu setempat. Tempat berlangsung di lingkungan masing-masing instansi atau lembaga. Inspektur upacara akan membacakan pidato Kepala BPIP. Formasi Paskibraka disesuaikan; bila jumlah Paskibraka kurang dari 46, formasi Pancasila dipadatkan menjadi satu kelompok. Pakaian ditetapkan oleh pimpinan masing-masing daerah. Setelah upacara selesai, peserta akan menonton siaran langsung upacara pusat melalui kanal Youtube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, atau televisi nasional. Penurunan bendera di daerah mengikuti jadwal pusat, yaitu pukul 17.00 WIB, tanpa kehadiran peserta atau tamu undangan.

Susunan upacara daerah mirip dengan pusat, dimulai dengan terompet pertama dan kedua, masuknya pasukan, komandan, dan inspektur. Laporan perwira, pengibaran bendera, pengenalan teks Pancasila, pembacaan UUD NRI, amanat inspektur, doa, dan Andhika Bhayangkari diikuti laporan komandan dan penghormatan pasukan. Setelah itu, inspektur meninggalkan tempat, laporan perwira, dan upacara selesai.

Instansi dan sekolah juga mengikuti pedoman BPIP. Pada Senin 01 Juni 2026 pukul 08.00, acara berlangsung di lingkungan masing-masing. Inspektur upacara membacakan pidato Kepala BPIP. Pakaian ditetapkan oleh pimpinan masing-masing. Setelah selesai, peserta menonton siaran langsung upacara pusat. Susunan upacara diinstansi dan sekolah serupa dengan daerah, dimulai dengan terompet, masuknya pasukan, komandan, dan inspektur, dilanjutkan dengan laporan perwira, pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD NRI, amanat inspektur, doa, Andhika Bhayangkari, laporan komandan, penghormatan pasukan, dan penutupan.

Setiap level upacara menekankan penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila, dasar negara, dan ideologi bangsa. Paskibraka, sebagai pasukan pengibar bendera pusaka, memainkan peran kunci dalam simbolisme. Penghormatan kebesaran, pengibaran bendera, dan pembacaan teks Pancasila menegaskan komitmen bangsa terhadap persatuan dan nasionalisme. Penurunan bendera di pusat dan daerah, meski tidak dihadiri, tetap menjadi simbol kesatuan. Siaran langsung memastikan keterlibatan publik secara luas.

Dengan pelaksanaan serentak di seluruh Indonesia, Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Semua pihak diharapkan mengikuti pedoman BPIP agar peringatan berlangsung teratur, khidmat, dan penuh rasa hormat.

Hari Lahir Pancasila 2026BPIPPaskibrakaUpacara PancasilaPemerintahan IndonesiaBendera Merah PutihIdeologi PancasilaSiaran Langsung

Komentar

Memuat komentar...