Hari Pendidikan Nasional: Warisan Ki Hajar Dewantara

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Hari Pendidikan Nasional: Warisan Ki Hajar Dewantara

Gambar atau konten salah?

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 02 Mei sebagai penghormatan terhadap dunia pendidikan dan jasa para pahlawan yang memperjuangkan hak belajar bagi seluruh anak penerus bangsa.

Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan tanggal tersebut melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959. Pilihan tanggal ini bertepatan dengan hari kelahiran sosok yang dijuluki Bapak Pendidikan Nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara lahir pada 02 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia dikenal sebagai pelopor pendidikan yang memperjuangkan hak belajar bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama di masa penjajahan. Pada era kolonial, akses pendidikan terbatas pada kalangan tertentu. Melihat ketimpangan tersebut, Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan bernama Taman Siswa pada tahun 1922. Lembaga ini membuka akses pendidikan bagi masyarakat pribumi tanpa diskriminasi.

Konsep pendidikan yang dikembangkan Ki Hajar Dewantara menekankan kebebasan berpikir, karakter, dan kemandirian. Salah satu semboyannya yang terkenal adalah “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”, yang hingga kini menjadi filosofi pendidikan di Indonesia. Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan) menegaskan bahwa seorang pendidik harus menjadi teladan, motivator, sekaligus pendukung bagi peserta didik.

Selain berperan di bidang pendidikan, Ki Hajar Dewantara juga aktif dalam pergerakan kemerdekaan. Ia merupakan salah satu pendiri organisasi Indische Partij bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. Setelah Indonesia merdeka, ia dipercaya menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pertama. Perannya sangat besar dalam merumuskan arah pendidikan nasional di awal kemerdekaan.

Hingga saat ini, pemikiran Ki Hajar Dewantara masih menjadi dasar dalam sistem pendidikan Indonesia. Bahkan, semboyan “Tut Wuri Handayani” diabadikan sebagai motto resmi Kementerian Pendidikan. Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah menegaskan hari kelahirannya, 02 Mei, sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal ini menjadi pengingat bahwa perjuangan dalam dunia pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa.

Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan, melainkan juga momentum untuk meninjau kembali nilai-nilai pendidikan yang telah diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara. Dengan memperkuat semangat kebebasan berpikir dan kemandirian, kita dapat terus menumbuhkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Hari Pendidikan NasionalKi Hajar DewantaraTaman SiswaIng Ngarsa Sung TuladaTut Wuri Handayanipendidikan kebebasan berpikirkemerdekaan IndonesiaKementerian Pendidikan

Komentar

Memuat komentar...