Hiu Tutul Raksasa Terdampar di Pantai Lamongan, Warga Sabar

Bayu K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Hiu Tutul Raksasa Terdampar di Pantai Lamongan, Warga Sabar

Gambar atau konten salah?

Video yang beredar di media sosial menampilkan hiu tutul raksasa yang terdampar di perairan dangkal Lamongan. Rekaman tersebut menunjukkan ikan berukuran besar berenang di dekat bibir pantai, sementara warga—termasuk anak-anak—berkumpul di tepi air untuk menyaksikan keajaiban itu.

Peristiwa ini terjadi di wilayah pesisir Kecamatan Paciran, tepatnya di sekitar Desa Weru. Dalam video, suasana tampak ramai: warga antusias menatap hiu tutul dari jarak dekat, seolah‑olah menonton pertunjukan langka.

Menurut Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, penampakan hiu tutul tersebut memang benar terjadi pada hari Rabu siang, 22 April 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Ia mengutip informasi dari Satpolairud Lamongan: “Informasi yang kami dapatkan, hiu tutul tersebut terdampar kemarin, hari Rabu sekira pukul 13.00 WIB,” ujar Hamzaid saat dikonfirmasi pada 24 April 2026.

Hiu tutul, yang termasuk dalam spesies mamalia laut yang dilindungi, hanya muncul di tepi pantai Desa Weru selama beberapa jam. Menjelang sore, warga bergotong royong membantu hiu tersebut kembali ke tengah laut. “Kurang lebih jam 15.30 WIB, sudah di bawah ke tengah oleh warga Weru,” tambah Hamzaid.

Warga menggunakan perahu untuk menarik hiu ke arah laut terbuka. Menurut Kasat Polairud, hiu tutul yang muncul hanya satu ekor dengan panjang sekitar 15 meter. “Satu ekor yang terdampar, ukuran kira‑kira 15 meter,” jelasnya.

Kemunculan hiu tutul di wilayah tersebut bukan kali pertama. Beberapa laporan sebelumnya juga menyebutkan bahwa spesies ikan raksasa ini sering terlihat di perairan pesisir Paciran.

Hiu tutul (Rhincodon typus) merupakan jenis ikan yang dilindungi secara penuh oleh pemerintah Indonesia. Kehadirannya di perairan dangkal biasanya menarik perhatian warga, namun juga memerlukan penanganan yang tepat untuk menjaga keselamatan satwa tersebut.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menangani hewan laut yang terdampar. Keterlibatan warga di Desa Weru menunjukkan kesadaran akan perlindungan satwa, sekaligus mengingatkan bahwa intervensi manusia harus selalu memperhatikan kesejahteraan makhluk hidup.

Hiu TutulLamonganDesa Weruperairan dangkalkolaborasi masyarakatSatpolairudspesies dilindungi

Komentar

Memuat komentar...