Honda Luncurkan Dio 110 Baru, Efisiensi 55,6 km/L di Jepang
Gambar atau konten salah?
Honda memperbarui skutik entry level Dio 110 untuk pasar Jepang. Model ini hadir dengan warna baru dan klaim efisiensi bahan bakar yang sangat irit, mencapai 55,6 km per liter menurut standar pengujian WMTC.
Perubahan ini akan diluncurkan di Jepang mulai 21 Mei 2026. Honda menempatkan Dio 110 sebagai kendaraan harian praktis untuk kebutuhan komuter perkotaan, baik untuk pergi kerja, ke sekolah, maupun mobilitas jarak pendek. Harga jualnya 250.800 yen, setara Rp 27,8 juta.
Meski tetap mempertahankan karakter sederhana, Honda menambahkan pilihan warna Matt Techno Silver Metallic. Warna silver matte ini memberi kesan lebih modern dan elegan. Selain itu, tersedia opsi Matt Galaxy Black Metallic dan Pearl Snowflake White.
Desain bodi tetap kompak dengan garis sederhana. Dimensi motor: panjang 1.870 mm, lebar 685 mm, tinggi 1.100 mm. Jarak sumbu roda 1.255 mm dan tinggi jok 760 mm. Bobotnya hanya 96 kg, membuatnya mudah dikendalikan, praktis saat parkir, dan cocok bagi pengendara pemula maupun pengguna harian di area perkotaan padat.
Motor menggunakan mesin 109 cc satu silinder SOHC berpendingin udara. Tenaga maksimum 6,4 kW (sekitar 8,7 dk) pada 7.500 rpm, dan torsi puncak 9 Nm pada 5.750 rpm. Kapasitas tangki 4,9 liter memungkinkan jarak tempuh yang cukup panjang dengan biaya operasional rendah.
Fitur fungsional yang tersedia meliputi bagasi bawah jok, kompartemen penyimpanan depan, dan standar samping bawaan. Bagasi bawah jok dapat menampung satu helm. Untuk roda, Dio 110 Basic memakai velg 14 inci dengan ban depan 80/90-14 dan belakang 90/90-14. Sistem pengereman terdiri dari cakram depan dan tromol belakang, cukup memadai untuk penggunaan harian di perkotaan.
Honda tetap fokus pada efisiensi, kemudahan penggunaan, dan biaya operasional rendah. Dengan warna baru dan klaim konsumsi bahan bakar yang tinggi, Dio 110 siap melayani kebutuhan mobilitas harian di Jepang.
Perubahan ini menegaskan posisi Honda sebagai produsen skutik yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar lokal, sambil menjaga nilai praktis dan ekonomi bagi pengendara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
