Hujan Es, Petir dan Angin Kencang Rendam Bandung, BMKG Peringat

Bambang W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 120 dibaca
Bisik.id
Hujan Es, Petir dan Angin Kencang Rendam Bandung, BMKG Peringat

Gambar atau konten salah?

Siang itu, langit di Bandung tampak biasa, terik dan menyengat. Pada pukul 14.00 WIB, suhu sudah membungkus kawasan Gedebage. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Perubahan datang perlahan. Awan hitam mulai menggantung di cakrawala, datang dari pusat Kota Bandung dan bergerak menuju Gedebage. Dalam hitungan menit, suasana cerah berubah menjadi muram. Tepat pukul 14.30 WIB, hujan angin tiba‑tiba mengguyur kawasan tersebut, disertai kilat dan petir yang menyambar‑nyambar. Angin bertiup kencang, membuat pepohonan bergoyang hebat.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Gedebage. Di Arcamanik, warga dikejutkan dengan turunnya hujan es. "Hujan es," kata Gita singkat melalui pesan. Ia menyebut peristiwa itu terjadi di Jalan Golf Raya, dengan butiran es yang cukup besar jatuh dari langit. Kesaksian serupa datang dari Sugiyarto, warga Perumahan Permata Bumi, Cisaranten Kulon. "Hujan es di Perumahan Permata Bumi, Cisaranten Kulon, Arcamanik. Durasinya cukup lama," ujarnya.

Fenomena ini rupanya tidak terjadi di satu titik saja. Di kawasan Rancasari, tepatnya di Riung Bandung, hujan es juga dilaporkan turun bahkan sebelum hujan deras disertai angin. "Hujan es di Jalan Riung Bandung, es berjatuhan sebelum hujan angin. Esnya gede‑gede," kata Esan. Laporan serupa juga datang dari wilayah Margahayu Raya di Buahbatu serta daerah Cibiru.

Seorang ahli meteorologi menegaskan bahwa kondisi ini biasanya dipicu oleh pemanasan kuat sejak pagi hingga siang hari. BMKG telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa awan jenis Cumulonimbus sering menjadi “pabrik” cuaca ekstrem, membawa hujan lebat, angin kencang, petir, bahkan hujan es dalam waktu singkat. "Biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus)," kata Ayu, sapaan akrabnya.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain berlindung di tempat aman saat petir, masyarakat diminta menghindari pohon, tiang listrik, dan area terbuka yang berisiko saat angin kencang. Daerah dengan kontur curam juga diminta waspada terhadap potensi longsor, sementara wilayah dataran rendah perlu mengantisipasi genangan hingga banjir. "Diprakirakan satu hingga tiga hari ke depan masih terdapat potensi hujan (pada skala lokal) pada siang hingga malam hari di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya (wip/dir).

Cuaca ekstrem ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Sementara hujan es dan petir menambah ketidakpastian, langkah sederhana seperti mencari tempat berlindung dan menghindari area rawan dapat mengurangi risiko. Dengan pemantauan yang terus menerus, BMKG berharap potensi bahaya dapat diminimalkan, dan warga dapat merespons perubahan cuaca dengan cepat dan tepat.

hujan escuaca ekstremBMKGcumulonimbuspetirangin kencanglongsor

Komentar

Memuat komentar...