Ibu Indo Rampa Ditemukan Selamat setelah 4 Hari Hilang
Gambar atau konten salah?
Indo Rampa, seorang warga Kelurahan Battang Barat di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, ditemukan selamat setelah hilang selama empat hari. Penemuan terjadi di hutan perkebunan sekitar pukul 09.00 Wita pada Senin (27 April 2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muh. Arif Anwar mengatakan, korban ditemukan di area perkebunan dalam kondisi fisik yang lemas, pada Senin (27 April 2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
“Alhamdulillah, korban atas nama Ibu Indo Rampa telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan selamat, namun cukup lemas,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muh. Arif Anwar pada Senin (27 April 2026).
“Setibanya di titik evakuasi, korban segera dilarikan ke RS Palammai untuk dilakukan observasi medis guna memastikan kondisi kesehatannya kembali stabil,” lanjutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari instansi pemerintah hingga masyarakat setempat yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian ini,” tambahnya.
Setelah dipastikan identitasnya, tim rescue segera melakukan evakuasi dari lokasi penemuan. Observasi medis segera dilakukan untuk memastikan kesehatan korban kembali stabil. Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Palopo, Damkar, Babinsa, masyarakat setempat, serta potensi SAR lainnya. Koordinasi antar unsur menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi korban dari medan hutan yang cukup menantang.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Pos SAR Palopo memulai pencarian pada Jumat (24 April) setelah laporan korban tersesat di kawasan hutan Battang Barat. Pada Minggu (26 April), setelah menerima laporan, tim SAR mempersiapkan dan mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban yang diduga tersesat di kawasan hutan.
Kejadian bermula ketika korban berangkat menuju kebunnya seorang diri, namun tak kunjung pulang. Penemuan dan evakuasi menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam operasi pencarian di daerah terpencil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Raker Apeksi Komwil VI Kendari Tetapkan Tiga Langkah
Berita Terbaru
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
