Ichsas Baihaqi Dapat Ruang di Persebaya, Tavares Optimis
Gambar atau konten salah?
Ichsas Baihaqi perlahan menemukan ruang dalam taktik Persebaya di bawah komando pelatih Bernardo Tavares. Dalam lima laga terakhir, ia dipercaya tampil sebagai pemain pengganti sebanyak empat kali.
Awalnya, ia tampil dalam lima pertandingan ketika Persebaya dikelola oleh Uston Nawawi setelah Eduardo Perez dipecat. Setelah kedatangan Tavares, ia harus menunggu hampir empat bulan sebelum dipercaya bermain di lapangan.
Kesempatan pertama kembali datang ketika Persebaya menjamu Madura United pada 01 April 2023. Ichsas bermain 21 menit, namun tim kalah 1-2.
Keberuntungan datang lagi saat Bajul Ijo menghadapi Arema dalam Derby Jatim. Ia menempati lapangan 30 menit, membantu tim meraih kemenangan 4-0. Sejak itu, Tavares terus menempatkannya sebagai pemain pengganti hingga pertemuan dengan Persis Solo.
Di laga Persis, Ichsas beraksi hanya tiga menit, namun ia tampil penuh tenaga sebagai dinamo lini tengah. Kinerjanya membantu Persebaya merampas satu poin di Stadion Manahan. “Hasil ini belum cukup memuaskan bagi kami karena sejak awal datang ke sini target kami adalah membawa pulang tiga poin,” ujar Ichsas dalam jumpa pers usai laga.
Ia juga mengungkapkan ketidakpuasan: “Namun hasil akhirnya belum berpihak kepada kami. Kami memiliki beberapa peluang, begitu juga lawan yang juga sempat menciptakan kesempatan berbahaya. Pertandingan berjalan cukup ketat dan kedua tim sama-sama bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan,” tambahnya.
Setelah tampil dalam tiga laga beruntun, sinyal muncul bahwa ia kini menjadi salah satu opsi andalan Tavares, sementara sebelas laga pertama Persebaya mengalami kebuntuan.
Walaupun musim ini Ichsas belum memiliki menit bermain yang banyak, setiap kesempatan dianggap positif bagi perkembangannya. Ia bertekad terus menempa diri guna meningkatkan performanya. “Ke depan kami harus terus melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan bekerja lebih keras lagi agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.
Perkembangan Ichsas menunjukkan bahwa meski masih terbatas, ia berusaha keras menyesuaikan diri dengan strategi baru. Keterbatasan waktu bermain di lapangan menjadi tantangan, namun ia tetap optimis dapat memperbaiki kualitasnya di setiap kesempatan yang diberikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal