Idul Adha 1447 H Tanggal 27 Mei 2026, Libur Nasional

Nurul H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Idul Adha 1447 H Tanggal 27 Mei 2026, Libur Nasional

Gambar atau konten salah?

Pada awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah, pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengumumkan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan penetapan ini, Hari Raya Idul Adha 1447 H dipastikan akan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan tersebut menjadi rujukan bagi pelaksanaan kurban, puasa sunnah Tarwiyah, Arafah, dan batasan puasa pada Hari Tasyrik.

Berikut rincian penanggalan penting sepanjang bulan Zulhijah 1447 H, sudah dikonversi ke kalender masehi:

  • Senin, 18 Mei 2026 – Awal bulan Zulhijah 1447 H.
  • Senin, 25 Mei 2026Hari Tarwiyah, dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah.
  • Selasa, 26 Mei 2026Hari Arafah, pelaksanaan puasa sunnah bagi yang tidak sedang haji.
  • Rabu, 27 Mei 2026Hari Raya Idul Adha, pelaksanaan salat Id, penyembelihan kurban, dan larangan puasa.
  • Kamis‑Sabtu, 28‑30 Mei 2026Hari Tasyrik (11‑13 Zulhijjah), tiga hari sakral setelah Idul Adha.

Selain agenda ibadah, pemerintah juga mengalokasikan libur nasional dan cuti bersama. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, jadwal liburnya adalah:

  • Rabu, 27 Mei 2026 – Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
  • Kamis, 28 Mei 2026 – Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Setelah puncak perayaan Idul Adha, umat Islam memasuki periode penting yang disebut Hari Tasyrik, tanggal 11‑13 Zulhijjah (28‑30 Mei 2026). Menurut buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat: Petunjuk Nabi Muhammad SAW untuk Terkabulnya Semua Hajat karya M. Ghofur Khalil, Hari Tasyrik merupakan kelanjutan dari hari raya umat Islam yang dirayakan pasca‑Idul Adha. Pada waktu-waktu tersebut, para jemaah haji fokus menjalani aktivitas di Mina, termasuk melaksanakan ritual lempar jumrah. Secara bahasa, Tasyrik berasal dari kata syarraqa yang berarti menjemur sesuatu di bawah terik matahari, merujuk pada kebiasaan menjemur daging kurban menjadi dendeng agar awet.

Berapa lama puasa di Hari Tasyrik dilarang? Untuk yang rutin mengamalkan puasa sunnah seperti puasa Daud atau puasa qadha, hukum berpuasa pada tiga hari ini adalah haram. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Hari Tasyrik adalah waktu bagi umat Islam untuk merayakan nikmat fisik dan batin. Berikut dalil shahih yang melarang puasa di Hari Tasyrik:

“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: ‘Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji’.” (HR. Bukhari, no. 1859)

Larangan ini juga diperkuat dalam hadits lain:

“Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum’.” (HR. An‑Nasa'i, no. 2954)

Meski dilarang puasa, ada banyak amalan utama yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghidupkan hari-hari mulia ini:

1. Memperbanyak Takbir dan Zikir. Umat Islam diperintahkan mengagungkan nama Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al‑Qur’an Surah Al‑Baqarah ayat 203: “وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ”, yang berarti “dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” Ulama sepakat bahwa “hari‑hari yang terbilang” adalah Hari Tasyrik.

2. Menyembelih Hewan Kurban. Bagi yang memiliki kelapangan rezeki namun belum sempat mengeksekusinya pada hari Idul Adha, waktu penyembelihan kurban masih sah dan terus berlanjut sepanjang Hari Tasyrik hingga sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 Zulhijjah (Sabtu, 30 Mei 2026).

3. Membaca Doa Sapu Jagad. Hari Tasyrik merupakan salah satu waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa. Ulama sangat menganjurkan memperbanyak doa kebaikan dunia akhirat atau doa sapu jagad yang bersumber dari Surah Al‑Baqarah ayat 201: “رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ”, artinya “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

4. Menikmati Hidangan (Makan dan Minum). Menikmati olahan daging kurban bersama keluarga dan menyedekahkannya kepada lingkungan sekitar merupakan bagian dari ibadah di hari ini. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: “Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW, mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk berkeliling Mina dan menyampaikan: ‘Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (hari tasyrik), karena ini merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Azza wa jalla’.” (HR. Ahmad)

Dengan demikian, umat Islam tidak perlu khawatir salah mencocokkan jadwal puasa dan liburan. Manfaatkan momentum emas di bulan Zulhijah ini untuk berbagi kebahagiaan lewat hidangan kurban sekaligus mempertebal ketakwaan. Selamat menyambut Idul Adha dan selamat berkurban.

Peristiwa ini menegaskan kembali pentingnya mengikuti penetapan pemerintah dan pedoman agama dalam merencanakan ibadah serta liburan. Dengan memahami tanggal-tanggal penting dan amalan yang dianjurkan, umat dapat menjalankan kewajiban religiusnya secara teratur dan teratur.

Zulhijah 1447 HIdul Adha 1447Hari TasyrikLibur NasionalKurbanPuasa SunnahHari Arafah

Komentar

Memuat komentar...