Idul Adha 2026: Hari Raya Jatuh Rabu, 27 Mei setelah Kemenag
Gambar atau konten salah?
Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, setelah Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada Senin, 18 Mei 2026. Penetapan ini diumumkan dalam sidang isbat pada Minggu, 17 Mei 2026 di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat, dipimpin oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Menteri menjelaskan bahwa keputusan didasarkan pada hasil hisab dan laporan rukyatul hilal yang diterima pemerintah.
Sejak masa pertama Hijriyah, sholat Idul Adha sudah disyariatkan. Riwayat Anas RA menyebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, masyarakat setempat memiliki dua hari untuk bersenang-senang. Rasulullah mengganti dua hari tersebut dengan Idul Fitri dan Idul Adha, menandai perubahan nilai spiritual.
Para ulama, khususnya yang berpendapat dari madzhab Syafi'i, sepakat bahwa sholat Idul Adha dapat dilaksanakan hingga sebelum matahari tergelincir atau sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, pendapat tentang awal waktunya berbeda. Pendapat paling sahih menyatakan sholat Id dapat dilaksanakan sejak matahari terbit, namun dianjurkan menunggu hingga matahari naik setinggi satu tombak. Pendapat lain menyatakan sholat Id baru dimulai ketika matahari mulai naik. Umat Islam biasanya mengikuti pendapat yang memulai sholat Id setelah matahari terbit dan lebih utama ketika posisi matahari sudah agak meninggi.
Di Indonesia, posisi matahari setinggi satu tombak biasanya terjadi sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit. Karena itu, sholat Idul Adha biasanya dimulai antara pukul 06.30 hingga 07.00 pagi waktu setempat. Sholat Idul Adha digelar sedikit lebih awal dibandingkan sholat Idul Fitri agar umat memiliki waktu luang untuk prosesi penyembelihan dan pembagian daging kurban.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan sunnah untuk mempersiapkan diri secara spiritual. Berikut beberapa amalan yang disarankan:
- Menghidupkan Malam Takbiran – Malam sebelum Idul Adha biasanya diisi dengan lantunan takbir di banyak masjid. Selain takbir, umat dianjurkan berdzikir, membaca sholawat, berdoa, dan melaksanakan sholat malam. Malam takbiran dianggap waktu yang baik untuk memanjatkan doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Mandi, Memakai Wewangian, dan Berpakaian Terbaik – Sebelum sholat Idul Adha, umat dianjurkan mandi terlebih dahulu agar tubuh segar dan nyaman. Menggunakan wewangian secukupnya serta mengenakan pakaian terbaik juga termasuk sunnah. Hal ini bertujuan memuliakan Idul Adha dan menjaga kenyamanan orang lain di tengah keramaian jamaah.
- Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat – Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju tempat sholat Idul Adha dianjurkan. Rasulullah SAW biasa berangkat dan pulang dari tempat sholat dengan berjalan kaki, bahkan melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang. Sunnah ini banyak diamalkan umat Muslim sebagai bentuk mengikuti kebiasaan Rasulullah pada hari raya.
Berikut detail amalan di atas:
Malam Takbiran biasanya dimulai beberapa jam menjelang pagi hari 10 Dzulhijjah. Umat menyalakan lampu, mengisi ruang masjid dengan suara takbir, dan mengadakan sholat malam. Aktivitas ini memperkuat rasa syukur dan persiapan mental sebelum melaksanakan sholat Idul Adha.
Mandi dan Pakaian dilakukan minimal satu kali sebelum sholat. Pakaian terbaik biasanya berupa pakaian bersih dan rapi, yang mencerminkan kesucian hati. Penggunaan wewangian tidak berlebihan, agar tidak mengganggu jamaah lain.
Berjalan Kaki tidak hanya sebagai amalan fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah. Umat yang dapat berjalan kaki biasanya melakukannya dengan tenang, menjaga jarak, dan tidak mengganggu jamaah lain.
Berikut tata cara sholat Idul Adha, lengkap dengan anjuran surat yang sunnah dibaca, dikutip dari laman Muhammadiyah:
- Takbiratul ihram, diiringi niat ikhlas karena Allah SWT.
- Membaca doa Iftitah.
- Takbir tambahan (takbīr al-zawāid) tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, dengan mengangkat tangan.
- Membaca surah al-Fatihah, diawali dengan bacaan ta'āwuż dan basmalah.
- Membaca surat yang dianjurkan, yaitu antara lain surat al‑Aʻlā dan al‑Gāsyiyah, sesuai hadits.
- Rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam, sebagaimana dalam sholat biasa.
Dengan penetapan tanggal, umat dapat merencanakan ibadah dan amalan sunnah yang dianjurkan. Menyelaraskan waktu sholat Idul Adha dengan amalan sebelum sholat membantu memaksimalkan ibadah dan menjaga kesucian hati. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha menjadi momen yang penuh makna bagi setiap Muslim di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
