Idul Adha 2026: Panduan Niat dan Pelaksanaan Salat Satu
Gambar atau konten salah?
Gema takbir yang berdentang di seluruh Palembang sejak Magrib pada 26 Mei 2026 menandai kedatangan 10 Dzulhijjah, hari raya Idul Adha. Pada pagi hari berikutnya, 27 Mei 2026, umat Islam akan melaksanakan salat Idul Adha.
Pelaksanaan salat ini dimulai dengan niat yang datang dari hati. Niat tersebut dapat dibaca secara lisan atau hanya di dalam pikiran. Redaksi bacaan niat hampir sama dengan salat wajib lainnya, hanya saja diubah menjadi “sunnata-li ‘îdil adl‑hâ”. Sebelum memulai, penting untuk menghafal bacaan niat tersebut.
Menurut syariat Islam, salat Idul Adha boleh dilaksanakan mulai matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur. Sebagian masjid biasanya mengatur waktu salat dari pukul 07.00–08.00. Niat dibaca menjelang takbiratul ihram. Lafal dapat menggunakan bahasa lokal, namun tetap memfokuskan hati pada tujuan ibadah.
Imam Ramli pernah menyatakan: “وَيُنْدَبُ النُّطْقُ بِالمَنْوِيْ قُبَيْلَ التَّكْبِيْرِ لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ القَلْبَ وَلِأَنَّهُ أَبْعَدُ عَنِ الوِسْوَاسِ وَلِلْخُرُوْجِ مِنْ خِلاَفِ مَنْ أَوْجَبَهُ”. Artinya: “Disunahkan melafalkan niat menjelang takbir (shalat) agar lisan dapat membantu (kekhusyukan) hati, agar terhindar dari gangguan hati dan karena menghindar dari perbedaan pendapat yang mewajibkan melafalkan niat”. (Nihayatul Muhtaj, juz I: 437).
Berikut dua versi lafal niat salat Idul Adha yang sering dipakai, satu singkat dan satu panjang, masing‑masing untuk imam dan makmum.
Versi Pendek untuk Imam
أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى إِمَامًا للهِ تَعَــــــــالَى
Arab Latin: Ushallî rak'ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ imâman lillâhi ta'âlâ
Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha sebagai imam karena Allah Ta'âlâ.”
Versi Pendek untuk Makmum
أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى مَأْمُوْمًا للهِ تَعَــــــــالَى
Latin: Ushallî rak'ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ ma'mûman lillâhi ta'âlâ
Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha sebagai makmum karena Allah Ta'âlâ.”
Versi Panjang untuk Imam
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rakatain mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta'âlâ
Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala.”
Versi Panjang untuk Makmum
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ
Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.”
Setelah mengetahui lafal niat, umat Islam perlu mengingat tata cara pelaksanaan salat Idul Adha. Berikut urutan langkah-langkahnya:
1. Mulai dengan membaca niat.
2. Lakukan takbiratul ihram seperti salat biasa.
3. Bacalah doa iftitah.
4. Angkat tangan sebanyak tujuh kali saat takbir pertama.
5. Di sela‑sela takbir, dianjurkan membaca lafal berikut:
للهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin: Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau dapat juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”
6. Bacalah Surat al‑Fatihah.
7. Dianjurkan membaca Surat al‑A'la.
8. Rukuk.
9. Iktidal.
10. Sujud.
11. Duduk di antara dua sujud, lalu berdiri lagi seperti salat biasa.
12. Pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.
13. Di sela‑sela takbir, bacalah lafal yang sama seperti poin 5.
14. Bacalah Surat al‑Fatihah, lalu dianjurkan membaca Surat al‑Ghasyiyah.
15. Rukuk.
16. Iktidal.
17. Sujud, dan seterusnya hingga salam.
18. Jemaah disunahkan untuk menyimak khutbah Idul Adha setelah salam.
Selain pelaksanaan salat, umat Islam juga disunahkan untuk melafalkan takbir sebanyak‑sebanyaknya pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik, yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah. Takbir tersebut dilakukan mulai salat Subuh hingga matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Dengan memahami bacaan niat, tata cara, dan takbir, umat dapat melaksanakan salat Idul Adha dengan penuh kesungguhan. Selamat menunaikan ibadah salat Idul Adha.
Idul Adha menegaskan nilai pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah. Melaksanakan salat sunnah ini menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi dan ajaran agama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
