Idul Adha: Kenapa Tidak Makan Sebelum Sholat Id di Hari Raya

Ratna D. · 3 min baca · 8 hari lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Idul Adha: Kenapa Tidak Makan Sebelum Sholat Id di Hari Raya

Gambar atau konten salah?

Idul Adha pada tahun 1447 Hijriah akan segera tiba. Hari raya ini identik dengan ibadah kurban dan pelaksanaan sholat Id yang biasanya dilakukan pada pagi hari. Sebelum menunaikan sholat, umat Islam sering menanyakan aturan makan dan minum. Perbedaan aturan ini jelas terlihat bila dibandingkan dengan Idul Fitri.

Di Idul Fitri, dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat. Namun di Idul Adha, hadits menunjukkan sebaliknya. Apakah benar tidak boleh makan sebelum sholat Idul Adha? Jawabannya terletak pada riwayat Imam Ahmad tentang perilaku Rasulullah SAW.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ ، وَلا يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ ، فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Hadits ini menceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat sholat Idul Fitri sebelum makan, dan tidak makan pada hari Idul Adha kecuali setelah pulang dari sholat. Setelah sholat, beliau memakan daging kurban.

Dengan demikian, umat Islam disarankan mencontoh perilaku tersebut agar memperoleh keberkahan dan hikmah. Mengapa Rasulullah SAW memilih menunda makan? Ada beberapa alasan yang dijelaskan dalam hadits dan pendapat ulama.

Hikmah tidak makan dan minum sebelum sholat Idul Adha dapat dipahami dari dua perspektif. Pertama, menahan diri seperti puasa sebelum sholat Id menyiapkan hati untuk menerima daging kurban. Kedua, memberi kesempatan bagi yang menyembelih hewan kurban untuk menyelesaikan ibadah sebelum menikmatinya bersama.

وَلِأَنَّ يَوْمَ الْفِطْرِ يَوْمٌ حَرُمَ فِيهِ الصِّيَامُ عَقِيبَ وُجُوبِهِ ، فَاسْتُحِبَّ تَعْجِيلُ الْفِطْرِ لِإِظْهَارِ الْمُبَادَرَةِ إلَى طَاعَةِ اللَّهِ تَعَالَى ، وَامْتِثَالِ أَمْرِهِ فِي الْفِطْرِ عَلَى خِلَافِ الْعَادَةِ ، وَالْأَضْحَى بِخِلَافِهِ .وَلِأَنَّ فِي الْأَضْحَى شُرِعَ الْأُضْحِيَّةُ وَالْأَكْلُ مِنْهَا ، فَاسْتُحِبَّ أَنْ يَكُونَ فِطْرُهُ عَلَى شَيْءٍ مِنْهَا

Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa pada Idul Fitri, puasa setelah sebulan penuh diharamkan, sehingga dianjurkan berbuka cepat untuk menegaskan ketaatan. Sedangkan pada Idul Adha, ibadah kurban dan makan daging kurban menjadi inti, sehingga dianjurkan menunggu sampai sholat Id sebelum memakan kurban.

Selain menahan makan, Idul Adha juga mendorong umat untuk menambah amalan sunah. Berikut empat amalan yang biasanya dilakukan pada hari raya ini:

  • Mengumandangkan Takbir
  • Mandi Sebelum Shalat Id
  • Memakai Wewangian
  • Memakai Pakaian Terbaik

Mengumandangkan Takbir di masjid, musala, atau di rumah dimulai pada malam hari raya dan berlangsung hingga 13 Dzulhijjah, hari tasyrik. Anjuran ini tercantum dalam kitab Raudlatut Thalibin:

فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ

Beberapa ulama menambahkan bahwa pada malam hari raya, umat dapat melaksanakan sholat Maghrib dan Isya berjemaah, hingga Subuh berjemaah. Tujuannya memuliakan malam tersebut dengan ibadah.

Mandi sebelum sholat Id dianjurkan, bisa dilakukan sejak tengah malam sebelum Subuh atau setelah Subuh. Hadits menguatkan anjuran ini:

يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل

Mandi ini berlaku bagi semua umat, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk bagi perempuan yang sedang dalam keadaan uzur syar'i sehingga tidak dapat sholat Id.

Memakai wewangian juga dianjurkan. Selain wewangian, umat dapat memotong rambut, kuku, dan menghilangkan bau tidak sedap. Praktik ini dapat dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu hari raya. Kitab Al-Majmu' Syarhul Muhaddzab menjelaskan:

والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب

Dengan demikian, pada Idul Adha, umat dapat menjaga kebersihan tubuh dan wangi badan sebagai bentuk keutamaan hari raya.

Memakai pakaian terbaik juga dianjurkan. Pada Idul Adha, laki-laki disarankan memakai pakaian bersih, suci, dan putih, serta sorban. Sedangkan perempuan dapat memakai pakaian sederhana. Anjuran ini didukung oleh kitab Raudlatut Thalibin:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ مَا يَجِدُهُ مِنَ الثِّيَابِ، وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ، وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَوْبًا، اسْتُحِبَّ أَنْ يَغْسِلَهُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، وَيَسْتَوِي فِي استِحْبَابِ جَمِيعِ مَا ذَكَرْنَاهُ، الْقَاعِدُ فِي بَيْتِهِ، وَالْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ، هَذَا حُكْمُ الرِّجَالِ. وَأَمَّا النِّسَاءُ، فَيُكْرَهُ لِذَوَاتِ الْجَمَالِ وَالْهَيْئَةِ الْحُضُورُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْعَجَائِزِ، وَيَتَنَظَّفْنَ بِالْمَاءِ، وَلَا يَتَطَيَّبْنَ، وَلَا يَلْبَسْنَ مَا يُشْهِرُهُنَّ مِنَ الثِّيَابِ، بَلْ يَخْرُجْنَ فِي بِذْلَتِهِنَّ

Rasulullah SAW sendiri memakai pakaian Burda Hibarah pada Idul Adha, sebagaimana riwayat dari Sahabat Ibnu Abbas RA:

كَانَ يلبس في العيد برد حبرة

Dengan mengikuti anjuran di atas, umat dapat menyiapkan diri secara spiritual dan fisik untuk Idul Adha. Menunda makan sebelum sholat Id, mandi, memakai wewangian, dan memakai pakaian terbaik merupakan amalan yang mendukung kesucian dan kebersihan pada hari raya. Praktik ini tidak hanya mengikuti sunnah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kesadaran akan nilai kurban dalam Islam.

Idul AdhaSholat IdKurbanHaditsAmalan SunahMandiWewangianPakaian Terbaik

Komentar

Memuat komentar...