IHSG 5.594,76, Penurunan 35,3% di 2026: Persepsi Negatif

Wati N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 33 dibaca
Bisik.id
IHSG 5.594,76, Penurunan 35,3% di 2026: Persepsi Negatif

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 35,30 % dan berada di level 5.594,76 sepanjang tahun 2026. Penurunan ini terjadi setelah indeks mencapai puncak di sekitar 9.100 pada awal tahun.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kelemahan IHSG dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, ekonomi Indonesia tumbuh baik, terlihat dari aktivitas ekonomi di berbagai daerah. “Jadi, kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang nggak terlalu benar karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus. Sampai sekarang kalau kita ke mana‑mana semuanya economic activity meningkat,” ungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 06 Juni 2026.

Purbaya menambahkan bahwa banyak pelaku pasar beranggapan ekonomi Indonesia akan hancur. Anggapan ini mendorong hilangnya kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik. “Ketika persepsi dibilang kita mau hancur, segala macam, sebagian orang terpengaruh,” jelasnya.

Meski begitu, Purbaya berjanji akan menghilangkan perspektif tersebut. Ia akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sudah mencapai Rp 18.036 pada penutupan perdagangan 05 Juni 2026.

“Itu (persepsi negatif) yang akan kita hilangkan dengan kerjasama yang lebih erat dengan bank sentral. Sebelumnya juga sudah erat, cuma kita lebih eratin lagi,” pungkasnya.

Selama perdagangan sepekan, IHSG mengalami koreksi sebesar 8,69 % dan ditutup pada level 5.594,765 pada 05 Juni 2026, turun dari 6.127,381 di pekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 3,73 triliun, dan total penjualan sepanjang tahun 2026 mencapai Rp 61,36 triliun.

Pergerakan indeks ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih rentan terhadap persepsi negatif, meskipun data fundamental ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Purbaya dan BI berupaya memperkuat kepercayaan investor melalui koordinasi yang lebih intensif.

IHSGpersepsi negatifPurbaya Yudhi SadewaBank Indonesianilai tukar rupiahpasar modal domestikkepercayaan investor

Komentar

Memuat komentar...