IHSG Turun 0,46% tapi Investor Asing Beli Bersih 473 Miliar

Guntur P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 0,46% tapi Investor Asing Beli Bersih 473 Miliar

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,46 % menjadi 7 559,38 pada penutupan perdagangan 21 April 2026. Pada pembukaan, indeks ini bahkan merosot ke titik terendahnya, 7 511,82.

Meski penurunan tersebut, investor asing tetap melakukan aksi beli bersih, net foreign buy sebesar 473,93 miliar rupiah. Namun, sepanjang tahun 2026, tren net foreign sell mencapai 39 triliun 47 ribu miliar rupiah.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menyatakan bahwa pengumuman pembekuan rebalancing saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) memicu aksi jual di pasar saham Indonesia. Ia menambahkan bahwa dampak pengumuman tersebut sudah diprediksi sebelumnya, sehingga koreksi terhadap IHSG tidak sebesar yang diharapkan.

“Respons IHSG yang relatif tidak signifikan menandakan investor, terutama asing, sudah mengantisipasi sejak pengumuman awal. Tekanan jual kemungkinan akan lebih terfokus pada saham‑saham dengan isu seperti free float rendah atau likuiditas tipis, bukan ke seluruh market,” ujar Reydi Octa.

Dari sisi regulasi, Herditya Wicaksana, Head of Retail Research di MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa Self‑Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia telah memenuhi syarat yang diminta oleh MSCI. Karena itu, investor tidak lagi panik merespons pengumuman tersebut.

“Mengapa koreksinya sudah tidak sedalam saat pertama kali, karena kami cermati sudah mulai ada pemenuhan syarat dan reformasi pasar modal yang dilakukan oleh SRO, sehingga investor sudah tidak terlalu panik dan masih memantau perkembangan selanjutnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, pasar modal Indonesia masih mendapat keuntungan dari keputusan MSCI. MSCI batal menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Frontier Market dari Emerging Market. Namun, analis senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengingatkan bahwa bobot IHSG di indeks MSCI emerging market berpotensi tergerus karena kebijakan baru Bursa Efek Indonesia terkait free float.

“Takutnya ini bobot Indonesia di MSCI emerging market bisa stagnan atau cenderung turun. Tentunya juga manager investasi global juga cenderung membatasi eksposur mereka ke market Indonesia, sehingga IHSG kita jarang sekali net buy asing,” jelas Nafan.

Secara keseluruhan, meski IHSG mengalami penurunan tipis pada 21 April 2026, investor asing masih menunjukkan minat beli, meskipun tren net sell tetap kuat sepanjang tahun. Penyesuaian regulasi dan kebijakan free float menjadi faktor penting yang memengaruhi persepsi dan eksposur investor global terhadap pasar saham Indonesia.

IHSGMSCIFree floatSROPasar modal IndonesiaNet foreign buyRebalancing saham

Komentar

Memuat komentar...