IHSG Turun 2,76% di Sesi I, Pasar Saham Indonesia Menyesuaikan

Dian P. · 1 min baca · 13 hari lalu · 54 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 2,76% di Sesi I, Pasar Saham Indonesia Menyesuaikan

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada sesi I perdagangan hari Kamis, 21 Mei 2024. Menurut data RTI Business, IHSG menutup sesi I pada 6.144,35, turun 2,76 % dari level sebelumnya. Pada awal perdagangan, indeks sempat menguat dan berada di 6.378,81.

Volume perdagangan pada sesi I mencapai 19,91 miliar dengan nilai transaksi Rp 9,78 triliun. Jumlah transaksi sebanyak 1.285.918 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 118 saham menguat, 601 saham melemah, dan 94 saham tetap stagnan. Indeks saham Garuda, yang mencerminkan kinerja saham-saham terbesar, melemah 28,94 % sepanjang tahun ini.

Saham Rontok

Berbagai emiten mengalami penurunan signifikan, termasuk saham yang jatuh ke Auto Reject Bawah (ARB). Contohnya:

  • PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun 14,95 % ke harga Rp 165 per saham.
  • PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) turun 14,72 % ke harga Rp 695 per saham.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), milik Prajogo Pangestu, turun 14,65 % ke harga Rp 2.270 per saham.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS), bagian dari Bakrie Grup, turun 14,39 % ke harga Rp 565 per saham.
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), milik Hapsoro, turun 13,50 % ke harga Rp 705 per saham.

Penurunan ini mencerminkan volatilitas pasar saham Indonesia pada hari perdagangan tersebut. Sementara beberapa saham masih menunjukkan potensi pemulihan, investor tetap memantau perkembangan indeks dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

IHSGpenurunanvolume perdagangansaham Garudavolatilitas pasarPT LCK Globalpenurunan signifikan

Komentar

Memuat komentar...