Indonesia Aset Keuangan Syariah 3,1 Triliun, Posisi 6th Dunia

Hendra M. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Indonesia Aset Keuangan Syariah 3,1 Triliun, Posisi 6th Dunia

Gambar atau konten salah?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa sektor jasa keuangan syariah terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Indonesia kini menempati posisi keenam di dunia dalam lima bidang utama: bank syariah, asuransi syariah, sukuk, dan dana sosial.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan: "Negara kita per Desember 2025 total aset industri keuangan syariah meningkat 8,61% year on year menjadi sebesar Rp 3.100 triliun," ia katakan di acara penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 yang diselenggarakan di Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat pada 02 April 2026.

Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut terjadi di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Menurutnya, stabilitas sektor jasa keuangan syariah tercermin dari beberapa indikator kunci.

Wanita yang akrab disapa Kiki menjelaskan rincian aset: perbankan syariah sebesar Rp 1.067 triliun, pasar modal syariah Rp 1.800 triliun, dan industri keuangan syariah non‑bank Rp 188 triliun.

Kiki melanjutkan bahwa intermediasi perbankan syariah tumbuh positif dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,58% (yoy) menjadi Rp 705,22 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah meningkat 10,14% menjadi Rp 829,99 triliun.

Ia menekankan, "Pondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik tersebut tentunya menjadi pondasi kita yang kuat bagi perekonomian Indonesia," ujar Kiki.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa sektor keuangan syariah tetap tangguh, dengan pertumbuhan aset yang konsisten dan intermediasi yang kuat, mendukung ketahanan ekonomi Indonesia secara luas.

OJKjasa keuangan syariahpertumbuhan asetIndonesiabank syariahpasar modal syariahintermediasi perbankan

Komentar

Memuat komentar...