Indonesia‑Korea Tandatangani MoU Digital, Jaringan Baik

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Indonesia‑Korea Tandatangani MoU Digital, Jaringan Baik

Gambar atau konten salah?

Indonesia dan Republik Korea Selatan menandatangani Memorandum Saling Pengertian di Seoul pada 1 April 2026. Perjanjian ini menandai langkah strategis di bidang teknologi digital, mencakup peningkatan layanan publik, keamanan data, dan pengembangan talenta kecerdasan artifisial.

Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa kerja sama ini dirancang untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas jaringan digital di Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jaringan digital, termasuk pengembangan teknologi komunikasi generasi berikutnya. Masyarakat akan merasakan koneksi internet yang lebih stabil untuk sekolah, layanan kesehatan, dan kegiatan usaha,” tegasnya usai penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan Kementerian Sains dan TIK Republik Korea di Seoul, Republik Korea, Rabu (01/04/2026).

Selain infrastruktur, kerja sama ini menargetkan penguatan keamanan ruang digital. Pemerintah ingin melindungi masyarakat dari risiko kebocoran data dan penyalahgunaan informasi. Program literasi digital akan menjadi bagian penting, membantu masyarakat menggunakan teknologi secara aman dan produktif.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung hasilnya. Internet harus lebih stabil untuk belajar dan bekerja. Data pribadi harus lebih aman. Layanan publik harus lebih mudah diakses,” ujarnya dikutip dari pernyataan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Pengembangan kecerdasan artifisial menjadi prioritas utama. Pemerintah menilai AI harus dimanfaatkan untuk mendukung sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan. Teknologi ini diharapkan membantu guru mengajar, tenaga kesehatan bekerja lebih cepat, dan petani mengambil keputusan.

“Pemanfaatan AI kami arahkan untuk pendidikan, kesehatan, dan pangan. Teknologi harus membantu guru mengajar, membantu tenaga kesehatan bekerja lebih cepat, dan membantu petani mengambil keputusan,” kata Meutya.

Kerja sama ini juga diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi digital. Pelaku usaha digital dan startup akan mendapat peluang lebih luas melalui kemitraan dengan sektor swasta serta pengembangan inovasi teknologi.

Di bidang sumber daya manusia, kedua negara akan menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas. Mulai dari pelatihan, pemberian beasiswa, hingga pertukaran tenaga ahli di bidang teknologi. Program ini bertujuan meningkatkan jumlah talenta digital Indonesia, khususnya di bidang AI dan teknologi maju.

“Talenta digital menjadi kunci. Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna,” kata Meutya.

Kerja sama juga mencakup pemanfaatan infrastruktur kecerdasan artifisial seperti komputasi berperforma tinggi untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi di Indonesia.

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, Indonesia dan Korea Selatan akan membentuk komite bersama. Komite ini bertugas memantau pelaksanaan program serta mengevaluasi hasil kerja sama.

Perjanjian strategis ini berlaku selama lima tahun dan akan diimplementasikan melalui berbagai program konkret lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi digital.

Dengan langkah ini, kedua negara menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kolaborasi digital, meningkatkan keamanan data, dan memupuk talenta teknologi di kalangan generasi muda. Kerja sama ini mencerminkan upaya bersama untuk membangun masa depan digital yang lebih terhubung, aman, dan berkelanjutan.

Kerja sama digitalAIInfrastruktur jaringanKeamanan dataTalenta digitalLiterasi digitalIndonesia-Korea Selatan

Komentar

Memuat komentar...