iPhone 16 Pro Max Tahan 150m, Kamera Depan Rusak Kendala
Gambar atau konten salah?
Kirana Larasati, artis sekaligus penyelam profesional, baru saja mengalami kejadian tak biasa saat menyelam di kedalaman 150 meter. Saat ia berada di bawah laut, iPhone 16 Pro Max miliknya, yang tersimpan di dalam kantong dry suit, ikut terbawa. Setelah kembali ke permukaan, ponsel tersebut masih menyala dan dapat digunakan.
Ia mengungkapkan hal ini di media sosialnya. “iPhone ini nggak sengaja, kelupaan, ditaruh di kantong dry suit di dalam. Dan otomatis dia nggak basah lah ya. Terus dibawa ke 150 meter diving,” ujarnya.
Dry suit dirancang agar air laut tidak menembus, sehingga perangkat elektronik yang berada di dalamnya tidak langsung terkena air. Namun, tekanan di kedalaman tersebut masih sangat ekstrem bagi peralatan konsumen.
Setelah menyelesaikan penyelaman, Kirana langsung memeriksa kondisi ponselnya. Hasilnya membuatnya terkejut. Menurutnya, iPhone 16 masih bisa menyala normal dan dipakai untuk aktivitas sehari‑hari meski sempat berada di kedalaman sekitar 150 meter.
Ia menambahkan, “Ini gila dibawa ke 150 meter dengan tekanan air yang begitu besar. Tapi tetap stay aja. Keren sih,” katanya.
Secara fisik, ponsel tersebut tampak tidak mengalami kerusakan. Tidak ada retakan pada layar maupun bodi penyok akibat tekanan ekstrem di bawah laut.
Namun, beberapa fungsi mulai bermasalah. Kirana melaporkan bahwa kamera depan kini bermasalah; hasil selfie terlihat seperti tertutup filter atau lapisan tertentu. Sementara kamera belakang masih bekerja normal.
Microphone juga terdampak. Saat melakukan panggilan telepon, Kirana masih bisa mendengar suara lawan bicara dengan jelas, namun suara dirinya tidak tertangkap. “Jadi kalau telepon bisa dengar orang lain ngomong. Tapi kalau kita ngomong, orang lain nggak bisa dengar. Suara kita nggak ketangkep sama microphone handphone-nya,” jelasnya.
Apple menambahkan bahwa iPhone 16 dilengkapi sertifikasi IP68. Perangkat ini diklaim mampu bertahan di kedalaman hingga 6 meter selama 30 menit berdasarkan standar IEC.
Penyelaman hingga 150 meter jelas melampaui batas tersebut. Tekanan air di kedalaman itu diperkirakan mencapai sekitar 15 atmosfer, level yang sangat ekstrem bagi smartphone.
Kasus ini menunjukkan bahwa meski smartphone modern semakin tahan air, penggunaan di kedalaman profesional diving tetap sangat berisiko.
Belakangan ini, Kirana Larasati juga menjadi sorotan setelah berhasil mencatatkan rekor menyelam ekstrem. Ia menjadi perempuan pertama yang berhasil menyelam pada kedalaman lebih dari 120 meter dan memecahkan Rekor MURI.
“01 Maret 2026. Hari ini saya memecahkan rekor pribadi saya, dari 120 meter menjadi 127 meter. Dan yang paling membanggakan, saya melakukannya di negeri saya sendiri, Indonesia,” kata Kirana.
Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari latihan dan disiplin selama bertahun‑tahun. “Ini bukan hasil instan. Bertahun‑tahun latihan, disiplin, pengorbanan, dan persiapan. Ini bukan tujuan akhir. Ini perjalanan,” ujarnya.
Keseluruhan peristiwa ini menyoroti batasan teknologi konsumen dalam kondisi ekstrem sekaligus menegaskan tekad dan dedikasi seorang penyelam profesional dalam mengejar rekor dan pengalaman baru di laut Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sweeker dan Senso: AI Pet Fisik Baru Hadir di Shenzhen 2026
Anker Rilis Soundcore Liberty 5 Pro: Earbuds AI Berkualitas
Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh, Rumor Benar
Samsung Galaxy A27 Resmi: Layar 6,7" Snapdragon 6 Gen 3
Apple Tambah Kontrol Anak: Ask to Browse dan Akun Child
Galaxy A57 vs A37: Pilihan HP Vlogger Terbaik 2026
Berita Terbaru
Kepala BGN Tolak Klaim MBG ke Presiden, Sebut Hoax
Brasil Siap Piala Dunia 2026, Ancelotti Meningkatkan Harapan
Transmart Full Day Sale 14 Juni, Diskon 50+20% Kartu Kredit
Garuda Muda Kalahkan Kamboja 1-0, Posisi Ketiga AFF U-19
BYD M6 DM Rp298 Juta, Harga Dekat Toyota Veloz Hybrid
Indonesia Raih Tiga Kuota Taekwondo Asian Games Nagoya 2026
