Iran Ancam Serang Fasilitas Energi di Teluk Sebagai Balas Dendam

Fitri A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 32 dibaca
Bisik.id
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi di Teluk Sebagai Balas Dendam

Gambar atau konten salah?

Iran mengeluarkan ancaman untuk menyerang fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk sebagai reaksi terhadap serangan Israel di ladang gas terbesar mereka, yaitu Pars Selatan. Pernyataan ini datang dari kantor berita Iran, Tasnim, yang menyebutkan bahwa lima fasilitas di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar telah menjadi target serangan dalam waktu dekat.

Fasilitas yang menjadi sasaran termasuk kilang Samref dan kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi, ladang gas Al Hosn di UEA, serta kilang Ras Laffan dan kompleks petrokimia Mesaieed di Qatar. Kebakaran besar dilaporkan terjadi di Kota Industri Ras Laffan, yang merupakan salah satu target Iran.

Ancaman ini muncul setelah adanya laporan dari media pemerintah Iran mengenai serangan terhadap fasilitas gas alam di lepas pantai South Pars. Ladang tersebut dikenal sebagai ladang gas terbesar di dunia dan terletak di Provinsi Bushehr, Iran Selatan. Kementerian Perminyakan Iran menyatakan bahwa beberapa fasilitas mengalami kerusakan, meskipun belum ada laporan mengenai korban jiwa. Kebakaran di lokasi tersebut juga dilaporkan telah berhasil dikendalikan.

Media Israel mengklaim bahwa angkatan udara mereka terlibat dalam serangan ini. Sejak perang yang dimulai pada 28 Februari 2026, Israel dan AS telah menyerang berbagai target di Iran, termasuk fasilitas minyak. Di sisi lain, Iran terus melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke negara-negara di Timur Tengah, termasuk negara-negara Arab di Teluk. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran global mengenai dampaknya terhadap pasar energi.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan lonjakan harga energi yang signifikan. Meskipun Iran mengklaim bahwa target mereka adalah aset militer AS, pemimpin negara-negara Teluk menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional karena menyasar infrastruktur sipil.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengutuk tindakan Israel yang menyerang South Pars, mengingat bahwa ladang gas tersebut terhubung dengan Ladang Utara (North Field) milik Qatar. Ia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mematuhi hukum internasional demi menjaga stabilitas kawasan. Menurutnya, serangan terhadap infrastruktur energi merupakan ancaman bagi keamanan energi global, masyarakat di kawasan, dan lingkungan.

Situasi ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara Iran dan negara-negara di sekitarnya. Setiap serangan dan balasan dapat berdampak pada stabilitas kawasan dan ekonomi global, terutama dalam sektor energi. Masyarakat internasional terus mengawasi perkembangan ini dengan seksama.

Iranseranganfasilitas minyakTelukkebakaranpasar energihukum internasionalinfrastruktur sipil

Komentar

Memuat komentar...