Iran Buka Selat Hormuz bagi Kapal Negara Sahabat Global

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Iran Buka Selat Hormuz bagi Kapal Negara Sahabat Global

Gambar atau konten salah?

Iran telah mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan kapal-kapal dari negara tertentu menyeberangi Selat Hormuz. Kebijakan ini diumumkan lewat akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai dan menyoroti bahwa kapal yang diizinkan berasal dari negara yang dianggap bersahabat.

"Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam unggahan tersebut.

Daftar negara yang mendapat lampu hijau terdiri dari:

  • China
  • Rusia
  • India
  • Irak
  • Pakistan

Pengumuman ini muncul setelah Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam postingan X, ia menegaskan bahwa penutupan berkepanjangan Selat Hormuz telah menghambat pasokan minyak, gas, dan pupuk pada saat penting musim tanam global.

Guterres menambahkan, "Di seluruh kawasan dan sekitarnya, warga sipil mengalami dampak serius dan hidup dalam ketidakamanan yang mendalam. PBB bekerja untuk meminimalkan dampak perang. Dan cara terbaik untuk meminimalkan dampak tersebut sudah jelas: akhiri perang sekarang juga," katanya. Ia juga mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk mengakhiri konflik di Asia Barat, menekankan bahwa perang hanya menambah penderitaan bagi masyarakat.

Guterres menyampaikan pesan khusus: "Pesan saya kepada Amerika Serikat dan Israel adalah sudah saatnya mengakhiri perang, di tengah penderitaan manusia yang semakin dalam, korban sipil yang terus bertambah, serta dampak ekonomi global yang semakin besar. Pesan saya kepada Iran adalah menghentikan serangan terhadap negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik," ujarnya.

Sehari sebelumnya, pada 25 Maret, misi Iran di New York menyatakan akan mengizinkan kapal yang disebut sebagai "kapal yang tidak bermusuhan" menyeberangi Selat Hormuz. Syaratnya, kapal tersebut harus berasal dari negara yang tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta mematuhi semua aturan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan.

Otoritas Iran menegaskan bahwa pelayaran kapal yang dianggap bukan musuh kini wajib melalui koordinasi terlebih dahulu dengan pihak berwenang. Dengan demikian, jalur aman di Selat Hormuz dapat diakses hanya setelah persetujuan dan koordinasi resmi.

Perubahan kebijakan ini menandai langkah penting dalam upaya menstabilkan jalur maritim strategis dan menanggapi tekanan internasional. Iran kini membuka pintu bagi negara-negara sahabat, sementara PBB terus menuntut akhir konflik yang berdampak luas.

Selat HormuzIranKebijakan Kapal SahabatPBBAntonio GuterresPasokan MinyakKonflik Asia Barat

Komentar

Memuat komentar...