Iran Dituduh Luncurkan Rudal ke Pangkalan Diego Garcia
Gambar atau konten salah?
Iran dituduh meluncurkan rudal balistik canggih ke pangkalan Diego Garcia, sebuah instalasi militer yang dimiliki dan dioperasikan oleh Inggris dan Amerika Serikat di Samudra Hindia. Pangkalan ini menjadi titik penting bagi operasi militer gabungan kedua negara.
Dalam balasan, Iran menolak keras tuduhan bahwa ia menargetkan pangkalan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa klaim itu merupakan bagian dari pola disinformasi yang terus berulang.
Baghaei menulis di X bahwa “Fakta bahwa Sekretaris Jenderal NATO (yang dikenal sering menekan negara-negara anggota Aliansi agar menuruti AS dan mendukung perang ilegal mereka terhadap Iran) pun menolak membenarkan disinformasi terbaru Israel, sudah menjadi bukti nyata: dunia telah benar-benar muak dengan narasi-narasi palsu usang dan tidak bisa dipercaya ini.”
Beberapa media AS, termasuk The Wall Street Journal, melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut diluncurkan pada Kamis malam hingga Jumat pagi, namun gagal menghantam pangkalan Diego Garcia. Laporan ini diambil dari sumber yang menyebutkan bahwa dua rudal diluncurkan, satu jatuh sebelum mencapai target dan satu lagi berhasil dijatuhkan.
Jika Iran terbukti berada di balik serangan itu, negara tersebut akan memiliki rudal balistik antarbenua dengan jangkauan lebih dari 4.000 km, cukup untuk menembus wilayah Inggris. Pada awal bulan ini, dalam wawancara dengan NBC, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan, “Kami secara sengaja membatasi jangkauan (rudal) kami di bawah 2.000 km karena kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia.”
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengonfirmasi bahwa dua rudal Iran memang diluncurkan ke arah Diego Garcia. Ia menjelaskan di Parlemen bahwa satu rudal jatuh sebelum mencapai target, sementara yang lain berhasil dijatuhkan oleh pertahanan Inggris.
Di sisi lain, Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed, menegaskan bahwa Inggris tidak menemukan indikasi bahwa Iran berniat atau mampu menjangkau negara tersebut dengan rudal-rudalnya.
Diego Garcia adalah pangkalan udara militer gabungan Inggris‑AS yang menampung hampir 2.500 personel, mayoritas warga Amerika. Pangkalan ini telah mendukung operasi militer AS sejak era Vietnam, melalui Irak dan Afghanistan, hingga serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Menurut Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, Iran menggunakan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km untuk menargetkan Diego Garcia. Israel, sekutu dekat AS, menuding program rudal dan nuklir Iran sebagai ancaman, namun pemerintahan AS yang berganti‑ganti selalu menahan diri dari tekanan untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Situasi ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut di kawasan tersebut, di mana klaim dan bantahan saling bertarung di panggung internasional. Pihak-pihak terkait terus memonitor pergerakan dan klaim yang muncul, sementara dunia menantikan klarifikasi lebih lanjut mengenai kemampuan dan niat Iran dalam konteks keamanan regional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Jadwal Salat Denpasar 12 Juni 2026: Waktu Subuh 05:09
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Studi Jangka Panjang
Cuaca Jawa Timur 12 Juni 2026: Hujan Ringan, Kabut, Berawan
Indonesia U-19 Kalah 1-0 di Semi Final Piala AFF 2026
Penyerapan Pupuk Subsidi di Bandung Terhambat El Nino
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
Piala Dunia 2026: Belanda Siap Menjadi Juara di Format Baru
