ISBI Bandung Angkat Dua Guru Besar di Dies Natalis 2026
Gambar atau konten salah?
Pada hari Kamis, 2 April 2026, di Gedung Kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung menggelar upacara untuk mengangkat dua akademisi menjadi Guru Besar. Acara ini bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ISBI Bandung, menandai tonggak sejarah lainnya.
Upacara dibuka dengan doa dan penampilan tari Bebrayan. Dimulai pukul 08.00 WIB, acara dihadiri keluarga dan rekan-rekan, menciptakan suasana hangat perayaan dan rasa hormat.
Dua akademisi yang diangkat adalah Prof. Dr. Jaeni, S.SN., M.Si, yang memfokuskan pada Komunikasi Pertunjukan dan Seni Teater, serta Prof. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, M.Hum., Ph.D, yang meneliti Antropologi Seni Budaya.
Dalam pidatonya, Prof. Dr. Jaeni menyoroti pentingnya keberlanjutan seni pertunjukan di Jawa Barat. Ia berkata, “Agar budaya Sunda lebih dikenal, perlu membiasakan penyampaian dari mulut ke mulut, dari generasi senior kepada generasi muda, sehingga seni teater dan praktik budaya tidak hanya menjadi cerita,” ujarnya. Ia juga menekankan peran ruang pertunjukan sebagai bagian dari diplomasi budaya.
Prof. Neneng Yanti memaparkan hasil risetnya tentang identitas budaya Nusantara melalui pendekatan autoetnografi. Ia meneliti berbagai komunitas budaya, salah satunya Jatiwangi Art Factory (JAF) yang memanfaatkan genteng sebagai medium ekspresi seni. Ia berkata, “Identitas budaya Indonesia sering ditemukan dari lingkungan kecil yang jarang mendapat perhatian. Melalui autoetnografi, peneliti dapat sekaligus menjadi pelaku sehingga mampu merasakan langsung refleksi budaya tersebut,” katanya. Autoetnografi merupakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan pengalaman pribadi peneliti untuk memahami fenomena sosial dan budaya secara lebih mendalam.
Pengukuhan dilakukan setelah kedua akademisi dinyatakan memenuhi syarat kenaikan jabatan akademik berdasarkan keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Acara ditutup dengan prosesi pengalungan tanda Guru Besar, sambutan rektor, serta penayangan video biografi.
Dr. Retno Dwimarwati, rektor ISBI Bandung, menyampaikan harapannya agar pengukuhan ini menjadi motivasi bagi akademisi lain. Ia berkata, “Pengukuhan ini diharapkan menjadi dorongan bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset,” ujarnya. Pengukuhan dua Guru Besar ini diharapkan memperkuat kontribusi ISBI Bandung dalam pengembangan ilmu seni dan budaya di Indonesia. Acara ini menegaskan komitmen institusi dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong keunggulan akademik.
Semua pihak berharap langkah ini akan memperdalam kolaborasi lintas disiplin.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
Berita Terbaru
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
