Islam: Pernikahan di Bulan Syawal Tak Berbahaya 2024
Gambar atau konten salah?
Di banyak budaya, ada kepercayaan bahwa bulan tertentu tidak cocok untuk melangsungkan pernikahan. Di Indonesia, salah satu contoh paling dikenal adalah bulan Syawal, yang dianggap membawa nasib buruk oleh sebagian orang.
Menurut catatan Kementerian Agama, keyakinan ini sudah ada sejak zaman jahiliyah. Pada masa itu, orang percaya bahwa Syawal adalah bulan yang harus dihindari untuk menikah karena dianggap sial.
Bagaimana pandangan Islam terhadap hal ini? Apakah benar menikah di bulan Syawal membawa kesialan? Jawabannya dapat dilihat melalui tindakan Nabi Muhammad SAW sendiri.
Nabi Muhammad SAW secara tegas menolak takhayul kaum jahiliyah tersebut. Ia tidak hanya mengucapkan penolakan, tetapi juga mencontohkan dengan menikahi Aisyah RA pada bulan Syawal dan membangun rumah tangga di bulan itu.
Hadis riwayat Muslim (Muttafaq 'Alaih) mencatat:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي.... متفق عليه
Dari Aisyah RA ia berkata, “Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali juga, pent) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri‑istri beliau SAW yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?” (Muttafaq 'Alaih).
Menurut ulama besar Muhyiddin Syaraf An‑Nawawi, perkataan tersebut secara khusus ditujukan untuk menyangkal kemakruhan menikah di bulan Syawal. Ia menegaskan bahwa akar kata “Syawal” berasal dari “isyalah” dan “raf” (mengangkat/menghilangkan), sehingga tidak ada makna sial dalam Islam. Keberkahan suatu pernikahan bergantung pada niat, ketakwaan, dan akhlak pasangan, bukan pada bulan pelaksanaannya.
Para ulama, khususnya dari Mazhab Syafi'i, menetapkan bahwa melangsungkan pernikahan atau menggauli istri di bulan Syawal adalah sunah. Mereka menekankan bahwa bulan ini memiliki makna spiritual yang mendalam setelah bulan suci Ramadan.
Setelah menunaikan puasa selama sebulan penuh, Syawal menjadi momen kemenangan. Menikah di bulan ini menandai dimulainya kehidupan rumah tangga dengan jiwa fitri—suci, sabar, dan ikhlas. Kebahagiaan perayaan Idul Fitri berpadu dengan kebahagiaan memulai hidup baru.
Selain makna spiritual, bulan Syawal juga identik dengan ajang saling mengunjungi. Pernikahan di bulan ini memudahkan pasangan untuk mempererat hubungan dengan keluarga besar sekaligus mendulang doa restu. Momentum ini menambah kedekatan emosional antara suami istri dan keluarga.
Walaupun Syawal sangat dianjurkan, ulama menegaskan bahwa anjuran ini berlaku bila kondisi memang memungkinkan. Jika ada alasan, kesiapan, atau hajat untuk menikah di luar bulan Syawal, maka laksanakanlah. Contohnya, bulan Shafar juga merupakan bulan yang baik. Dalam riwayat Az‑Zuhri disebutkan bahwa Rasulullah SAW menikahkan putri kesayangannya, Fathimah, dengan Ali bin Abi Thalib RA pada bulan Shafar.
Intinya, semua bulan dalam Islam adalah baik. Menikah di bulan Syawal adalah pilihan yang sangat istimewa karena sarat akan nilai ibadah, menjadi wujud perlawanan terhadap mitos kesialan, dan langkah nyata menghidupkan sunah Nabi.
Bagi yang sedang merencanakan hari bahagia, bulan Syawal tentu bisa menjadi pilihan waktu yang penuh hikmah dan keberkahan untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Dengan memahami latar belakang sejarah dan ajaran Islam, pasangan dapat membuat keputusan yang lebih bermakna.
Keputusan menikah di bulan Syawal tidak hanya sekadar tradisi, melainkan juga refleksi dari pemahaman bahwa bulan tersebut tidak membawa nasib buruk. Sebaliknya, ia menjadi sarana untuk menegaskan kembali nilai spiritual, kebersamaan keluarga, dan komitmen terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Berita Terbaru
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Ronaldo Usia 41 Tahun Siap Menjuarai Piala Dunia 2026
Makanan Sederhana Dulu, Kini Warisan Kuliner Nasional
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
PHK Januari-April 2026: Jawa Barat Terbanyak, 5.044 Orang
