Isu HP OPPO Laku Rp 59 Juta di Lelang KPK, Netizen Heran
Gambar atau konten salah?
Isu mengenai HP OPPO yang terjual dengan harga Rp 59 juta dalam lelang yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menarik perhatian banyak orang di media sosial. Banyak pengguna internet mempertanyakan alasan di balik pembelian perangkat tersebut.
Seorang pengguna bernama Kukuhya mengungkapkan dua pertanyaan penting melalui akun X-nya. Pertanyaannya adalah, "Apa tujuan si koruptor membeli OPPO?" dan "Siapa yang membeli OPPO seharga Rp 59 juta dan apa motivasinya?" Tulisan Kukuhya ini memicu berbagai reaksi dari netizen lainnya, banyak di antaranya merasa heran dengan harga yang sangat tinggi untuk sebuah HP OPPO.
Netizen bernama IanSalim menambahkan, "Karena OPPO itu kalau dibolak-balik tetap OPPO." Selain itu, ada juga yang curiga terhadap konten dalam HP OPPO yang dilelang. Salah satu komentar dari Just_Kucing menyebutkan, "Di dalam HP-nya ada file-file penting punya si koruptor yang bernilai lebih dari itu dan tidak boleh tersebar. Apa itu? Mungkin video atau data transaksi yang tidak pantas?"
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa hingga saat ini pemenang lelang belum melakukan pembayaran untuk barang tersebut. KPK masih menunggu batas waktu penebusan dari pemenang lelang. "Proses lelang biasanya melibatkan penawaran dari berbagai pihak. Terkadang penawaran dapat mencapai angka yang di luar batas," ungkap Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada tanggal 17 Maret 2026.
Menanggapi dugaan bahwa harga yang ditawarkan tidak wajar, Budi menegaskan bahwa hal itu bisa saja terjadi. "Dalam lelang tidak ada yang tidak mungkin, selama itu berasal dari penawaran. Dalam sejarah lelang di KPK, sering kali barang dengan harga limit rendah terjual dengan harga tinggi," jelasnya. Dia juga mengingatkan tentang penjualan kain kiswah yang pernah mencapai nilai fantastis.
Perbincangan mengenai lelang HP OPPO ini menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap fenomena lelang barang-barang bekas yang terlibat dalam kasus korupsi. Banyak yang berharap agar proses lelang ini transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Apple Tambah Kontrol Anak: Ask to Browse dan Akun Child
Galaxy A57 vs A37: Pilihan HP Vlogger Terbaik 2026
LG Indonesia Luncurkan TV Premium Terbaru dengan AI & RGB
Transvision Tawarkan Diskon 20% Allo Paylater, Promo 2026
Samsung Siap Luncurkan Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 di Indonesia
Pova 8 5G: Baterai 8000mAh, Triple Chipset Siap Indonesia
Berita Terbaru
Bapenda Karawang Sosialisasi Opsen PKB & BBNKB 2026 di Kampus
DPRD Jatim Telusuri Tambang Galian C di Telaga Ngebel
Halocoko Jadi Merek Es Krim Resmi Piala Dunia 2026
16 Juni 2026: Hari Merah Nasional, 15 Juni Tetap Kerja
16 Juni 2026: Hari Libur Nasional, Tahun Baru Islam 1448 H
KemenHAM Rekrut Penggerak HAM 2026 di Desa, Kelurahan
Wushu Indonesia Pilih Pengurus Baru, Target Emas Asian Games
Edin Dzeko Usia 40, Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Terakhir
Pertamina Patra Niaga Jaga Pertalite di Semua SPBU
