Italia Gagal Masuk Piala Dunia, Bonucci Tuntut Guardiola
Gambar atau konten salah?
Timnas Italia gagal lolos Piala Dunia pada tiga kesempatan berturut‑turut: 2018, 2022, dan 2026. Semua putaran akhir berakhir di babak playoff, sehingga negara ini tidak masuk ke turnamen terbesar di dunia. Kritik menyebar ke seluruh sektor sepak bola Italia, mulai dari sistem pengembangan pemain muda, kompetitivitas liga domestik, hingga kualitas pelatih timnas. Meskipun Italia pernah meraih empat gelar juara dunia, prestasi masa lalu tidak cukup untuk menahan tekanan saat ini.
Eks pemain timnas, Leonardo Bonucci, mengungkapkan kesedihannya saat melihat negaranya gagal masuk ke Piala Dunia 2026. Ia menilai bahwa Italia perlu mengganti pelatih dengan seseorang yang memiliki rekam jejak lebih kuat. “Jika boleh berharap, saya akan mau Italia dilatih Pep Guardiola. Kedatangannya, bakal membuat perubahan drastis di dalam tim,” tegasnya dilansir dari Marca. “Saya tahu itu akan sangat sulit. Tapi yang namanya mimpi, boleh‑boleh saja bukan?” sambung Bonucci yang memiliki 121 caps bersama Timnas Italia.
Pep Guardiola belum pernah melatih timnas, tetapi ia telah meraih kesuksesan di level klub dengan Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City. Sejarahnya di Italia tidak asing, karena ia pernah bermain di Serie A bersama Brescia dan AS Roma pada tahun 2000‑an. Kontrak Guardiola di Man City akan berakhir pada musim panas 2027, namun ada rumor bahwa ia bisa mengakhiri lebih cepat pada musim panas 2026. Pada Mei 2025, Guardiola menyatakan rencananya setelah kontrak selesai: “Saya ingin orang‑orang mengenang saya sesuka mereka. Setelah kontrak saya di City, saya akan berhenti. Pasti. Saya tak tahu apakah akan pensiun, tapi saya akan beristirahat.”
Perkiraan bahwa Guardiola akan beristirahat setelah masa kontrak menambah spekulasi tentang kemungkinan ia mengambil peran di timnas Italia. Jika ia benar‑benar mengambil posisi, perubahan taktis dan filosofi permainan akan menjadi fokus utama. Namun, tantangan besar tetap ada: menyesuaikan gaya bermain Pep dengan budaya sepak bola Italia yang khas.
Secara keseluruhan, Italia berada di persimpangan penting. Keputusan mengenai pelatih baru akan mempengaruhi arah sepak bola nasional, sementara harapan Bonucci menandai peluang bagi perubahan signifikan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
