Jakarta: PB IPSI Siap Pilih Ketua Baru 2026‑2030 Pengurus
Gambar atau konten salah?
Induk cabang olahraga pencak silat akan menggelar pemilihan Ketua Umum PB IPSI untuk masa bakti 2026‑2030. Acara ini menjadi sorotan utama di Jakarta pada periode 09 April 2026 – 11 April 2026.
Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI dibuka pada 10 April 2026 dan berlanjut hingga 11 April 2026. Salah satu agenda utama adalah menentukan pemimpin baru bagi organisasi pencak silat nasional. Selama lebih dari satu bulan, Tim Penjaringan dan Penyaringan telah meninjau semua persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Bayu Syahjohan, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Munas, proses ini melibatkan partisipasi dari 38 provinsi dan perguruan tinggi besar yang terdaftar sebagai anggota IPSI. Ia menjelaskan bahwa telah masuk lebih dari satu nama calon Ketua baru.
“Ya alhamdullilah dari 38 provinsi dan perguruan-perguruan besar yang terdaftar sebagai anggota IPSI sudah memasukkan usulan-usulan nama. Yang jelas ada di dalam usulan itu ada lebih dari satu nama insyaAllah jadi calon Ketua PB IPSI yang baru,” kata Ketua tim Penjaringan dan Penyaringan Munas IPSI XVI H Bayu Syahjohan, di Jakarta, Jumat (10 April 2026).
Namun, Bayu menegaskan bahwa detail nama calon masih bersifat rahasia. Ia menyatakan bahwa hanya akan diungkap pada waktu yang telah ditetapkan, yakni 11 April 2026.
“Maaf saya tidak bisa menyampaikan karena itu rahasia kami. Bahkan ketua harian, yang Ketua OC pun di sini belum tahu siapa saja yang diusulkan, hanya kami sementara ini yang akan membukanya pada saat waktu yang tepat yaitu besok,” tuturnya.
Peran Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, menjadi topik hangat. Bayu mengakui bahwa kemungkinan beliau maju kembali sebagai Ketua Umum PB IPSI masih belum pasti, mengingat komitmen beliau sebagai kepala negara.
“Kita tidak tahu lah. Pada saatnya nanti tentunya beliau akan mengumumkan masih bersedia atau tidak. Karena nanti akan ada forum-forum kesediaan menjadi ketua umum kembali. Nanti kami siapkan. Kalau misal beliau apa?” kata Bayu.
Bayu menambahkan bahwa mayoritas anggota masih menginginkan kehadiran Prabowo, namun ia juga mengakui kesibukan beliau sebagai Presiden.
“Kalau Saya lihat mayoritas masih menginginkan beliau tapi kita harus bisa memaklumi kesibukan beliau sebagai RI 1,” tambahnya.
Bayu menegaskan pandangannya secara pribadi, menekankan pentingnya dukungan Presiden dalam persiapan menuju Olimpiade.
“Tapi kalau ditanya secara pribadi termasuk saya sendiri yang masih menginginkan beliau, karena untuk road to olympic membutuhkan suara Presiden yang didengar internasional,” tegasnya.
Acara ini menandai langkah penting bagi pencak silat Indonesia, menunggu keputusan akhir yang akan memengaruhi arah organisasi ke depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MotoGP 2026: Balapan Indonesia di Mandalika Mulai Oktober
Ismu & Lieng Raih Juara Mixed 50 ITTF Gangneung 2026
Indonesia Raih Tiga Kuota Taekwondo Asian Games Nagoya 2026
PP PBVSI Pilih Toiran Gonzales Reidel, Timnas Siap AVC 2026
Mandalika Speed 2026: Alvin Bahar Target Juara Nasional
Parin Sarasmut& Kanyarak Pongpithanon Juara Junior Golf 2026
Berita Terbaru
BPBD Sumsel Catat 1.493 Titik Panas, 399 di Juni 2026
BOSP 2026 Tahap 2: Pastikan Laporan dan Realisasi 50%
Siti Zahro Bekasi: 23 Tahun, Ditemukan Kista Ovarium Raksasa
Prancis Kalah Menyesak 4‑2 Argentina Final Piala Dunia 2022
Daftar Pemagangan Jepang & Kaigo via Skillhub SIAPkerja
Garasi di Trotoar Bandung Dihentikan Satpol PP, Pemilik Maaf
PHR Buka Program Magang Lulusan D3-D4-S1, Pendaftaran 15–19 Juni
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
