Jalan Tanah Merah Sembatu Jaya‑Pelawe Butuh Aspal Segera
Gambar atau konten salah?
Musi Rawas di Sumatera Selatan sedang mengalami masalah serius pada jalan penghubung antara Desa Sembatu Jaya dan Desa Pelawe di Kecamatan BTS Ulu. Jalan ini, yang masih berupa tanah merah, menjadi sangat licin dan berlumpur karena hujan deras beberapa hari terakhir.
Jalan tersebut belum pernah diaspal. Karena tanahnya, setiap kali hujan turun, jalan menjadi becek dan sulit dilalui. Kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan menempuhnya, sehingga aktivitas harian warga terhambat.
Menurut Dedi, warga Desa Sembatu Jaya, kerusakan jalan sudah berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Ia mengatakan, “Sudah sekitar dua bulan jalan disini rusak parah, apalagi pas hujan kemarin malam, makin parah jadi kondisi jalannya. Sebab jalan ini masih tanah, jadi kalau musim hujan pasti becek.”
Ia menambahkan pada Senin, 06 April 2026 bahwa kondisi ini tidak hanya mengganggu perjalanan, tapi juga memengaruhi perekonomian. “Akibat jalan rusak ini masyarakat juga kesulitan untuk mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan. Termasuk juga mau keluar masuk desa juga makin susah,” ungkapnya.
Dengan demikian, Dedi dan warga lainnya berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Ia berkata, “Ini askes jalan utama bagi masyarakat, baik warga Desa Pelawe maupun warga Desa Sembatu Jaya. Cuman disini yang jalannya jelek, sedangkan Desa lain jalannya sudah aspal semua. Hingga saat ini belum ada upaya perbaikan dari pemerintah. Kami berharap hal ini bisa jadi atensi pemerintah agar segera memperbaiki jalan ini.”
Warga Desa Pelawe juga merasakan dampak serupa. Dadang mengungkapkan bahwa saat ini hanya kendaraan yang sudah dimodifikasi yang bisa melewati jalan tersebut. Ia berkata, “Jalannya rusak parah akibat diguyur hujan akhir-akhir ini. Akibatnya kendaraan biasa tidak bisa lewat, hanya kendaraan yang sudah dimodifikasi yang yang bisa lewat, itu pun masih kesusahan. Kami jadi kesusahan mau keluar masuk desa, akibatnya mau nganter hasil panen sama sembako masuk ke desa makin susah.”
Dadang menutup pernyataannya dengan harapan, “Kami berharap agar segara diperbaiki jalan itu, soalnya perekonomian kami tergantung dari jalan itu.”
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya infrastruktur jalan bagi kehidupan sehari‑hari dan ekonomi desa. Tanpa perbaikan, warga akan terus menghadapi kesulitan dalam mengangkut hasil tani dan kebutuhan pokok, yang pada akhirnya dapat menurunkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Harap MBG
Berita Terbaru
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
