Jamaluddin, Inez, dan RTIK Aceh Perkuat Literasi Digital
Gambar atau konten salah?
Jamaluddin Inez Senia Irson Hanunu Jakarta mengapresiasi konektivitas digital pada 17 April 2026 di Hotel Sultan. Acara ini memberi panggung bagi individu, komunitas, dan institusi yang memperkuat jaringan dan literasi digital di wilayah masing-masing.
Penghargaan dibagi ke beberapa kategori. Pemenang kategori individu dan komunitas diumumkan pada malam yang sama. Jamaluddin, Kadis Kominfo Asmat, dinobatkan sebagai Individu Pejuang Internet Masuk Desa. Penyiar radio Inez Senia dinobatkan sebagai Individu Pegiat Literasi Digital di Desa. Irson Hanunu, Kepala Sekolah SMK, dinobatkan sebagai Individu Konten Kreator Lokal Kreatif. Relawan TIK Aceh dinobatkan sebagai Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat.
Jamaluddin memulai tugasnya di Asmat pada 1 Januari 2004. Pada saat itu, wilayah masih penuh dengan blind spot. Pada 1 Januari 2005, Telkomsel menanam satu tower yang hanya memberi sinyal 2G. Sebelum itu, tidak ada sinyal di distrik atau kampung. Jamaluddin berusaha mengakses infrastruktur internet melalui pemerintah pusat. Ia sering berkomunikasi dengan BAKTI Kominfo di Jakarta untuk permintaan internet dan BTS. Ia juga turun langsung ke lapangan saat survei dan pembangunan BTS di Asmat. Kini, banyak BTS tersebar di kampung dan distrik. Pada 1 Januari 2024, terhitung 185 BTS telah dibangun di Asmat, menjadikannya wilayah dengan BTS terbanyak kedua setelah Jayawijaya. Jamaluddin berharap kapasitas bandwidth dapat dinaikkan agar lebih banyak pengguna dapat bergabung.
Inez Senia adalah penyiar radio yang menemukan manfaat literasi digital lewat konten. Setelah mengetahui hal itu, ia semangat menyebarkan literasi digital. Ia fokus mengajar perempuan, mahasiswa, pelajar, wartawan lokal, dan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura. Inez aktif dalam komunitas ekosistem digital sejak 1 Januari 2023. Ia mengadakan edukasi literasi digital secara daring maupun luring. Hingga kini, Inez telah mengisi empat kegiatan literasi digital dan pemanfaatan tools digital. Materi yang diajarkan meliputi public speaking, penggunaan aplikasi CapCut untuk penyuntingan konten, dan pengelolaan media sosial. Audiensnya berasal dari komunitas pemuda gereja, UMKM, sektor pariwisata, pelajar, dan ibu-ibu. Beberapa peserta datang dari luar daerah Inez.
Irson Hanunu adalah anggota komunitas BAKTI E-Community. Ia aktif membuat konten daerah dan pendidikan. Dengan total pengikut 700 ribu di Facebook dan 13 ribu di YouTube, Irson membagikan konten edukasi dan digital marketing. Ia juga terlibat dalam kampanye sosialisasi literasi digital yang dilaksanakan oleh BAKTI. Fokusnya pada pemberdayaan tenaga pendidik dan pemuda. Konten Izin dapat dilihat di Facebook Pro @Irson Hanunu, Instagram @irson_hanunu, dan TikTok irson hanunu. Pada 3 Maret 2026, akun TikToknya memiliki 526,6 ribu pengikut dan 12,2 juta suka, sementara Instagram memiliki 76,5 ribu pengikut.
Relawan TIK Aceh (RTIK Aceh) muncul setelah banjir. Mereka menggalang kolaborasi multi‑pihak untuk memulihkan aksesibilitas digital darurat. Bersama Pemerintah (Kominfo, Polri, Diskominfo), RTIK mendirikan posko internet darurat menggunakan satelit Starlink. Posko ini menjadi fasilitator komunikasi bagi korban. Mereka juga menjalin kemitraan dengan jejaring seperti Siberkreasi untuk literasi digital mendesak, guna melawan hoaks dan informasi palsu di media sosial yang sering muncul saat bencana. RTIK bekerja sama dengan sektor swasta (ISP/Provider) untuk mempercepat pemulihan jaringan seluler dan menggalang donasi logistik penting seperti power bank dan genset. Koordinasi juga dilakukan dengan tim relawan lain, termasuk Yayasan Air Putih dan Relawan Lintas Komunitas, guna memastikan manajemen bantuan berjalan efektif berbasis data di tengah tantangan geografis dan infrastruktur yang lumpuh.
Inisiatif kolaboratif RTIK bersama Siberkreasi pasca banjir memberikan dampak krusial. Jaringan internet darurat (Starlink/VSAT) di posko pengungsian terbuka, memecah isolasi komunikasi. Warga dapat menghubungi keluarga dan mengurangi kecemasan sosial. Sementara itu, kegiatan literasi digital dari Siberkreasi meningkatkan kemampuan warga memilah informasi dan memerangi hoaks. TIK menjadi alat vital untuk ketahanan bencana, bukan sekadar hiburan.
Acara ini menyoroti bagaimana individu dan komunitas dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkuat jaringan dan literasi. Pemenang menunjukkan contoh nyata dari upaya yang berhasil di daerah terpencil. Kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan digital, terutama di masa krisis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026