Jemaah Haji Siap Armuzna, Fokus Stamina dan Logistik

Mira T. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Jemaah Haji Siap Armuzna, Fokus Stamina dan Logistik

Gambar atau konten salah?

Palembang, ribuan jemaah haji Indonesia sedang bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Semua jemaah diminta menjaga stamina dan menyiapkan perlengkapan penting sebelum memasuki rangkaian ibadah yang padat dan menguras tenaga.

Menurut Muhibbullah, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Sumsel, persiapan teknis untuk pelaksanaan Armuzna sudah dilakukan sejak jauh hari bersama pihak penyelenggara di Arab Saudi.

“Persiapan terus dimatangkan bersama syarikat di Arab Saudi supaya proses Armuza berjalan aman dan tertib,” ujarnya pada Minggu, 24 Mei 2026. Menurutnya, petugas kloter telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi tenda di Arafah dan Mina guna memastikan kesiapan fasilitas yang akan ditempati jemaah saat puncak haji berlangsung.

“Mulai 8 Zulhijjah para jemaah sudah diminta mengenakan pakaian ihram dan bersiap diberangkatkan menuju Arafah sesuai jadwal yang telah ditentukan masing-masing kloter,” tambahnya. Proses keberangkatan dilakukan bertahap karena keterbatasan armada bus serta tingginya mobilitas jutaan jemaah selama musim haji. Sistem transportasi yang digunakan yakni antar jemput bergiliran atau taraddudi.

“Bus akan bolak-balik mengangkut jemaah secara bertahap menuju Arafah,” ujarnya. Pengaturan keberangkatan ditentukan pihak syarikat berdasarkan susunan kloter dan hotel tempat jemaah menginap. Dalam satu hotel, biasanya dihuni jemaah dari berbagai Embarkasi sehingga jadwal keberangkatan dilakukan bergantian.

Sebelum diberangkatkan, seluruh jemaah akan dikerahkan oleh ketua regu, ketua rombongan, pembimbing ibadah, hingga ketua kloter untuk mempersiapkan niat dan memastikan seluruh anggota rombongan lengkap.

Rencananya, pergerakan jemaah menuju Arafah dimulai secara bertahap pada Senin, 25 Mei 2026. Setelah itu, jemaah akan menjalani wukuf pada 9 Zulhijjah yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji. Usai wukuf, perjalanan dilanjutkan menuju Muzdalifah dan Mina untuk melaksanakan mabok serta lempar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijjah. Kemudian dilanjutkan lempar jumrah pada hari tasyrik tanggal 11 hingga 13 Zulhijjah.

Bagi jemaah yang mengambil nafar awal, mereka diperbolehkan kembali ke hotel pada 12 Zulhijjah sebelum matahari terbenam. Sedangkan jemaah nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijjah.

Muhibbullah juga mengingatkan jemaah agar membawa bekal makanan ringan dan minuman sendiri selama perjalanan menuju Armuzna. Sebab, makanan siap saji sebelumnya sudah dibagikan kepada jemaah sebelum keberangkatan.

“Bekal sudah disiapkan, jadi jemaah bisa langsung makan saat perjalanan tanpa harus menunggu distribusi di lokasi,” ujarnya. Selain itu, jemaah diminta mengurangi aktivitas berat menjelang puncak haji agar kondisi tubuh tetap prima. Mereka dianjurkan lebih banyak beristirahat dan memperbanyak ibadah di hotel dibanding memaksakan diri beraktivitas di luar.

Muhibbullah juga meminta jemaah rutin mengonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi. “Fisik harus benar-benar dijaga karena rangkaian Armuzna membutuhkan tenaga yang cukup besar,” katanya.

Untuk perlengkapan pribadi, jemaah diimbau membawa obat-obatan, masker, payung kecil, topi hingga alat pelindung diri lainnya. Selama Armuzna, jemaah hanya diperbolehkan membawa tas ransel kecil dan tidak diizinkan membawa koper besar.

Seluruh jemaah dijadwalkan menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah atau bertepatan dengan 26 Mei 2026. Wukuf tersebut menjadi puncak sekaligus momen terpenting dalam rangkaian ibadah haji tahun ini.

Artikel ini menguraikan jadwal dan langkah-langkah persiapan bagi para jemaah Indonesia, menekankan pentingnya menjaga stamina, logistik transportasi, dan persiapan pribadi untuk memastikan Armuzna berlangsung aman dan tertib.

ArmuznaArafahMinaMuzdalifahZulhijjahKementerian Agama Sumselbekal makanan

Komentar

Memuat komentar...