Jembatan Cijeruk Tutup Selama Perbaikan Pintu Baru

Hari W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Jembatan Cijeruk Tutup Selama Perbaikan Pintu Baru

Gambar atau konten salah?

Bandung – Jembatan Cijeruk, yang menghubungkan Kampung Cijeruk di Kecamatan Bojongsoang dengan Kampung Mekarsari di Kecamatan Baleendah, akan ditutup sementara mulai 22 April 2026. Penutupan ini bertujuan memperbaiki akses masuk jembatan.

Pengendara sepeda motor sering mengeluhkan pintu masuk dan keluar jembatan yang sempit. Karena hanya ada satu pintu, lalu lintas menumpuk. Keluhan ini menjadi viral di media sosial, memaksa pihak berwenang untuk menutup jembatan sementara.

Jembatan ini menjadi jalur penting bagi warga. Ketika jalan utama tersumbat atau terendam banjir, banyak orang menggunakan jembatan ini sebagai alternatif. Tanpa jembatan, perjalanan antar kecamatan menjadi sangat sulit.

Pembangunan jembatan permanen dimulai pada September 2025 dan selesai pada Desember 2025. Setelah itu, jembatan diperbaiki dan resmi diresmikan pada 2026. Kini, penutupan sementara dilakukan untuk proses perbaikan lebih lanjut.

Warga diimbau menggunakan jalan alternatif selama pengerjaan berlangsung. Zeis Zultaqawa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa saat ini sedang menambahkan sayap pada jembatan. Perbaikan ini bertujuan agar warga dapat melintas dengan aman dan nyaman.

"Nah, ini sudah kita evaluasi akan ada semacam di akan perbaikan lah geometrinya. Sehingga bisa mengakomodir seluruh kendaraan itu memang demi untuk lebih aman dan nyaman," ujar Zeis saat ditemui di Soreang, Kabupaten Bandung, pada 24 April 2026.

Zeis menambahkan bahwa jembatan semata-mata diperuntukkan bagi kendaraan roda dua. Selama perbaikan, pengendara roda dua diminta mencari jalan alternatif lain.

"Iya hari ini tutup dulu sampai ya secepat-cepatnya lah ya. Karena kan untuk ngecor itu kan perlu waktu nih 1 bulan. Ya kan, Kalau misalnya kurang nanti bahaya nanti kan membahayakan," tambah Zeis.

Jembatan saat ini hanya memiliki satu pintu masuk dengan sudut tajam dan menanjak. Rencana penambahan jalur pintu dari arah lain akan membentuk segitiga, sehingga akses menjadi lebih lancar.

"Iya jadi diakses masuknya itu kan sekarang kan tadi kan hampir satu. Ini mungkin nanti kan kita kasih kajian, sama seperti yang di Rancamanyar (dua titik jalur pintu masuk)," jelas Zeis.

Sejarah jembatan ini tidak selalu stabil. Pada 11 September 2024, jembatan kayu sebelumnya ambruk akibat arus Sungai Citarum. Masyarakat memperbaikinya kembali, namun jembatan swadaya itu kembali patah pada 23 May 2025 malam. Beberapa warga hampir tenggelam, namun berhasil dievakuasi.

Reaksi Pemkab Bandung cepat. Pembangunan jembatan permanen dilakukan agar jalur tetap tersedia bagi warga. Zeis menjelaskan bahwa pembangunan memerlukan pengeluaran lahan dan perizinan, namun hasil akhirnya lebih aman.

Jembatan ini membentang di atas Sungai Citarum, sepanjang sekitar 60 meter dengan lebar 3,3 meter. Dengan dimensi tersebut, jembatan kini lebih kokoh dan dapat menampung lalu lintas yang lebih banyak.

Dengan penutupan sementara ini, pihak berwenang berharap perbaikan dapat selesai dalam waktu satu bulan. Setelah selesai, jembatan akan kembali terbuka, memberikan akses lebih aman bagi warga yang melintas.

Jembatan Cijeruk telah menjadi bagian penting dalam jaringan transportasi lokal. Perbaikan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur dan keselamatan warga.

Jembatan Cijerukpenutupan sementaraakses masukkendaraan roda duaSungai Citarumpembangunan jembatan permanenperbaikan jembatanwarga

Komentar

Memuat komentar...