JP Morgan dan ADB Menilai Indonesia Tangguh Paling Besar
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dua lembaga keuangan internasional menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ketahanan terbaik terhadap krisis global. Pada acara APBN KiTA di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, Purbaya menyampaikan temuan tersebut.
Lembaga pertama yang menilai Indonesia tangguh adalah JP Morgan melalui hasil analisanya. Purbaya menyebut ketahanan Indonesia bahkan lebih baik dibanding sejumlah negara besar. “Walau krisis global kita nomor 2 paling kuat dibanding negara-negara lain bahkan di atas Amerika, China, Australia dan lain-lain. Ini dari JP Morgan,” ujar Purbaya.
Selain JP Morgan, Purbaya menyebut Asian Development Bank (ADB) juga memiliki analisis yang sama. Namun, data tersebut tidak dapat dipublikasikan karena khawatir dapat menimbulkan ketidakstabilan di negara dengan posisi lebih rendah. “Cuma mereka nggak bisa publish, karena kalau mereka publish nanti negara-negara yang di bawah goncang, jadi minta jangan di-publish. Tapi official ADB bilang sama saya kita di atas, mungkin di top dua juga,” terang Purbaya.
Atas analisa tersebut, Purbaya menilai publik tak perlu berlebihan merespons krisis energi global. Ia juga membantah anggapan pesimistis yang menyebut kondisi ekonomi saat ini setara dengan krisis 1998. Menurutnya, anggapan tersebut tidak didukung data yang akurat dan cenderung mengabaikan perbedaan kondisi ekonomi saat ini dengan masa lalu.
Purbaya menegaskan bahwa data yang tersedia tidak menunjukkan ketidakstabilan yang signifikan. Ia mengutip: “Mereka tidak punya data yang akurat. Mungkin 97-98 juga sebagian belum pada lahir tuh. Terus nganalisa. Tapi tidak lihat pada waktu itu seperti apa yang terjadi di ekonomi kita. Mereka prediksi 98 akan terjadi lagi kan katanya. Anda perhatikan, 98 jatuh pemerintahan setelah ekonomi resesi selama satu tahun penuh. Kita sekarang boro-boro resesi, masih ekspansi, masih akselerasi,” pungkasnya.
Dengan pernyataan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia berada di posisi yang kuat dan tidak perlu khawatir akan krisis global. Ketahanan ekonomi negara ini terlihat lebih baik dibandingkan beberapa negara besar, dan kondisi saat ini masih menunjukkan ekspansi, bukan resesi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Berita Terbaru
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
