Juni 2026: Dzulhijjah ke Muharram, 15 Dzulhijjah ke 01 Muharram

Putri N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Juni 2026: Dzulhijjah ke Muharram, 15 Dzulhijjah ke 01 Muharram

Gambar atau konten salah?

Setiap hari, banyak umat Islam yang bertanya, “Berapa tanggal Hijriah hari ini?” Pertanyaan ini muncul karena mereka perlu menyesuaikan jadwal ibadah dan perayaan keagamaan. Untuk menjawabnya, konversi antara kalender Masehi dan Hijriah menjadi penting.

Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Senin, 01 Juni 2026 bertepatan dengan 15 Dzulhijjah 1447 H. Pada bulan Juni 2026, dua bulan Hijriah bersilangan: Dzulhijjah dan Muharram. Berikut rincian lengkapnya:

  • 01 Juni 2026: 15 Dzulhijjah 1447 H
  • 02 Juni 2026: 16 Dzulhijjah 1447 H
  • 03 Juni 2026: 17 Dzulhijjah 1447 H
  • 04 Juni 2026: 18 Dzulhijjah 1447 H
  • 05 Juni 2026: 19 Dzulhijjah 1447 H
  • 06 Juni 2026: 20 Dzulhijjah 1447 H
  • 07 Juni 2026: 21 Dzulhijjah 1447 H
  • 08 Juni 2026: 22 Dzulhijjah 1447 H
  • 09 Juni 2026: 23 Dzulhijjah 1447 H
  • 10 Juni 2026: 24 Dzulhijjah 1447 H
  • 11 Juni 2026: 25 Dzulhijjah 1447 H
  • 12 Juni 2026: 26 Dzulhijjah 1447 H
  • 13 Juni 2026: 27 Dzulhijjah 1447 H
  • 14 Juni 2026: 28 Dzulhijjah 1447 H
  • 15 Juni 2026: 29 Dzulhijjah 1447 H
  • 16 Juni 2026: 01 Muharram 1448 H
  • 17 Juni 2026: 02 Muharram 1448 H
  • 18 Juni 2026: 03 Muharram 1448 H
  • 19 Juni 2026: 04 Muharram 1448 H
  • 20 Juni 2026: 05 Muharram 1448 H
  • 21 Juni 2026: 06 Muharram 1448 H
  • 22 Juni 2026: 07 Muharram 1448 H
  • 23 Juni 2026: 08 Muharram 1448 H
  • 24 Juni 2026: 09 Muharram 1448 H
  • 25 Juni 2026: 10 Muharram 1448 H
  • 26 Juni 2026: 11 Muharram 1448 H
  • 27 Juni 2026: 12 Muharram 1448 H
  • 28 Juni 2026: 13 Muharram 1448 H
  • 29 Juni 2026: 14 Muharram 1448 H
  • 30 Juni 2026: 15 Muharram 1448 H

Kalender Hijriah berbeda secara fundamental dengan kalender Masehi. Kalender Masehi didasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari, sehingga disebut kalender solar. Sebaliknya, kalender Hijriah mengikuti peredaran Bulan mengelilingi Bumi, sehingga disebut kalender lunar. Perbedaan dasar ini menyebabkan jumlah hari dalam satu tahun tidak sama di kedua sistem.

Seorang ahli ilmu falak NU, KH Shofiyulloh, menjelaskan, “Kalender Masehi dalam menyatakan panjang satu tahunnya didasarkan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari.” Dalam satu tahun Masehi, terdapat 12 bulan dengan panjang yang bervariasi: Februari 28 atau 29 hari, April 30 hari, Mei 31 hari, dan seterusnya. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun abad yang hanya kabisat bila habis dibagi 400.

Di sisi lain, panjang satu tahun Hijriah ditentukan oleh 12 siklus sinodis Bulan, yaitu fase bulan yang sama atau hilal. Siklus sinodis rata‑rata 29,53 hari. Karena ini, satu bulan Hijriah bisa 29 atau 30 hari, tergantung apakah hilal terlihat pada tanggal 29. Akibatnya, satu tahun Hijriah biasanya 354 hari, kadang 355 hari.

Perbedaan panjang bulan dan tahun ini menjelaskan mengapa tanggal Masehi dan Hijriah tidak selalu bersesuaian. Misalnya, Senin, 25 Mei 2026 juga dikonversi menjadi 15 Dzulhijjah 1447 H, meskipun pada hari itu kalender Masehi berbeda. Hal ini menegaskan pentingnya konversi yang akurat bagi umat Islam yang mengikuti jadwal ibadah.

Dengan memahami dasar perhitungan kedua kalender, umat dapat lebih mudah menyesuaikan aktivitas keagamaan. Konversi yang tepat membantu memastikan bahwa puasa, shalat, dan perayaan keagamaan berlangsung pada waktu yang tepat sesuai dengan kalender Hijriah.

Kalender HijriahKalender MasehiKonversi tanggalDzulhijjah 1447Muharram 1448KH ShofiyullohPerhitungan kalendarTahun kabisat

Komentar

Memuat komentar...