Kalender Bali Denpasar 15 Juni: Hari Tak Baik Bercocok Tanam
Gambar atau konten salah?
15 Juni 2026 – Denpasar, di wilayah Soma Pon Dunggulan, hari ini dianggap tidak baik untuk bercocok tanam menurut perhitungan kalender Bali.
Kalender Bali mencatat apa yang disebut ala ayuning dewasa, yaitu hari-hari yang dianggap baik atau buruk untuk melakukan kegiatan adat dan ritual. Masyarakat Hindu di Bali mengandalkan sistem ini ketika memilih waktu untuk menanam, melaksanakan upacara, atau mengadakan pertemuan.
Berikut adalah penilaian hari ini berdasarkan data kalender Bali:
- Dadig Krana – Baik untuk menanam tebu dan mentimun; tidak baik untuk upacara, yadnya, pertemuan, atau berenggama.
- Geheng Manyinget – Tidak baik untuk semua pekerjaan penting, termasuk yadnya, karena banyak gangguan.
- Kala Gumarang Turun – Baik untuk menanam sirih dan tambakau; tidak baik untuk pembuatan bibit.
- Kala Isinan – Baik untuk memulai belajar, membuat almari, atau tempat barang.
- Kala Jangkut – Baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.
- Kala Mereng – Tidak baik untuk bercocok tanam.
- Kala Sor – Tidak baik untuk pekerjaan yang berhubungan dengan tanah, seperti membajak, bercocok tanam, atau membuat terowongan.
- Kala Susulan – Baik untuk membuat tepis, sabang, atau jating.
- Kala Tampak – Tidak baik untuk menikah.
- Macekan Lanang – Baik untuk membuat taji, tumbak, keris, atau alat penangkap ikan; tidak baik untuk upacara yadnya.
- Salah Wadi – Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut) atau Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti).
- Naga Naut – Tidak baik untuk dewasa ayu.
- Uncal Balung – Tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan penting.
Beberapa tempat lain disebutkan dalam catatan, seperti Aras Tuding, Pancasuda, Sumur Sinaba, Ekajalaresi, Suka Pinanggih, dan Pratiti, namun tidak dijelaskan secara rinci dalam data hari ini.
Kalender ini memberi panduan sederhana bagi warga Bali dalam memilih waktu yang tepat untuk berbagai aktivitas. Dengan mengikuti rekomendasi ala ayuning dewasa, mereka berharap dapat menghindari gangguan dan memperoleh keberuntungan dalam usaha sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
