Karawang Perluas 5.673 TPK Di Kabupaten Untuk Tekan Stunting

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Karawang Perluas 5.673 TPK Di Kabupaten Untuk Tekan Stunting

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Karawang, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) memperluas upaya menekan stunting dengan menggerakkan 5.673 tenaga pendamping keluarga (TPK). Kader ini ditempatkan di berbagai desa untuk memantau dan mendukung keluarga yang berisiko stunting.

Imam Al Husaeri Bahanan, kepala DPPKB, menegaskan komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting. Ia menyatakan bahwa langkah ini sudah direncanakan sejak tahun 2027 dan menekankan pentingnya peran TPK di lapangan.

"Upaya ini sejalan dengan instruksi Bupati Karawang selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). DPPKB menjadi salah satu garda terdepan di antara jajaran OPD lainnya untuk memastikan penanganan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran," kata Imam. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi di Kelurahan Karawang Wetan berlangsung pada Senin, 20 April 2026.

Para TPK bertugas memberikan pendampingan intensif kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS). Mereka mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, hingga balita. Kader ini juga menginput data melalui aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil), yang memantau perkembangan sasaran secara real‑time.

"Atas tugas para pendamping KRS di lapangan, Kemendukbangga memberi dukungan bagi 5673 kader TPK yang tersebar di setiap desa berupa pulsa Rp100 ribu tiap bulan selama 10 bulan untuk mendukung operasional pendampingan di lapangan," kata Kemendukbangga. Fasilitas pulsa ini menjadi modal utama bagi kader untuk melaporkan data KRS secara akurat.

Selain pendampingan mandiri, DPPKB menjalin kerja sama lintas sektor. TPK melalui PLKB membantu kegiatan Dinas Kesehatan, khususnya pemberian makanan tambahan (PMT) lokal di Posyandu. Kolaborasi ini dimaksudkan memperkuat intervensi di tingkat RT, kelurahan, dan desa.

"TPK juga melalui PLKB yang kami arahkan membantu kegiatan Dinas Kesehatan yang saat ini tengah berjalan, yakni pemberian makanan tambahan (PMT) lokal di Posyandu sebagai bagian dari kolaborasi percepatan penanganan stunting," pungkas Imam.

Dengan kombinasi tenaga pendamping, dukungan finansial, dan sistem data yang terintegrasi, DPPKB Karawang berupaya menurunkan angka stunting secara bertahap. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

DPPKBstuntingtenaga pendamping keluarga (TPK)ELSIMILPosyanduPMTpulsa

Komentar

Memuat komentar...