Kelebihan Vitamin D Sebabkan Pria Paruh Baya Keracunan
Gambar atau konten salah?
Keracunan dalam tubuh tidak hanya disebabkan oleh makanan atau minuman yang kurang bersih. Konsumsi suplemen dan vitamin secara berlebihan juga bisa memicu masalah kesehatan serius. Hal ini dialami oleh seorang pria usia paruh baya yang harus dirawat di rumah sakit karena berbagai gejala keracunan.
Menurut laporan kasus yang dipublikasikan di jurnal BMJ Case Reports, pria tersebut menunjukkan gejala mual, muntah, sakit perut, kram kaki, sampai penurunan berat badan yang sangat cepat. Setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa tubuhnya mengalami kelebihan vitamin D, atau dikenal sebagai hipervitaminosis D.
Vitamin D memang penting. Fungsinya membantu penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi otot dan sistem imun. Namun, asupan yang terlalu banyak justru berbahaya.
Konsumsi vitamin D berlebih dapat menyebabkan hiperkalsemia, yaitu kondisi tingginya kadar kalsium dalam darah. Kondisi ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti batu ginjal, gangguan fungsi jantung dan otak, bahkan kerusakan ginjal.
Pasien dalam laporan tersebut diketahui mengonsumsi lebih dari 20 jenis suplemen setelah mendapatkan anjuran dari seorang ahli nutrisi pribadinya. Dosis vitamin D yang ia minum mencapai 150.000 IU per hari. Jumlah ini lebih dari 200 kali lipat dari dosis yang dianjurkan.
Sebagai perbandingan, lembaga penelitian medis di Amerika Serikat, National Institutes of Health, menyarankan asupan harian vitamin D sekitar 600 IU untuk orang dewasa. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dosis yang dikonsumsi pasien tersebut.
Laporan dari BMJ Case Reports menyoroti tren peningkatan kasus hipervitaminosis D secara global di berbagai negara. Para peneliti mencatat bahwa gejala keracunan ini bisa bertahan lama karena vitamin D disimpan dalam jaringan lemak dan hati tubuh.
Pria yang menjadi subjek laporan ini menjalani perawatan medis selama delapan hari. Perawatan meliputi pemberian cairan infus dan obat untuk menurunkan kadar kalsiumnya. Meskipun kadar kalsiumnya kembali normal setelah dua bulan, kadar vitamin D dalam tubuhnya masih tergolong tinggi pada saat laporan dibuat.
Peneliti menekankan pentingnya kehati-hatian saat mengonsumsi suplemen. Laporan ini mengingatkan bahwa suplemen yang sering dianggap aman bisa menyebabkan keracunan jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak wajar.
Pasien tersebut mulai menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi suplemen secara berlebihan. Kejadian ini terungkap pada (17/03/2026).
Kasus ini menunjukkan bahwa bahkan nutrisi penting seperti vitamin D memerlukan batasan dosis yang jelas untuk menghindari dampak negatif pada kesehatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
