Kemacetan 6 km di Ketapang karena proses dokumen online
Gambar atau konten salah?
Kereta-kereta truk menumpuk di sepanjang 6 kilometer dari Patung Gandrung Watu Dodol hingga Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Kemacetan ini mulai terjadi pada 04 Juni 2026 sore dan berlanjut ke 05 Juni 2026 pagi.
Alasan utama kemacetan adalah proses pencatatan dokumen kapal secara online. Setiap kapal harus melaporkan tonase dan jumlah penumpang satu per satu secara faktual. Proses ini membuat waktu lepas kapal dari dermaga menunda lebih dari 30 menit, padahal aturan standar bongkar-muat hanya memerlukan 15 menit.
Fathan, sopir truk yang menunggu keberangkatan kapal di Ketapang, menjelaskan: "Kata kapalnya itu harus ngurus laporan dokumen online, itu jadi lama karena satu-satu, semuanya harus dilaporkan. Saya tanya, 'kenapa kok nggak jalan-jalan?' Ternyata nunggu berkas itu," katanya pada 05 Juni 2026.
Ia juga mencatat bahwa pintu palka kapal sudah ditutup namun kapal tidak segera berangkat. Biasanya, setelah pintu palka ditutup, kapal langsung berangkat dan digantikan oleh kapal lain yang sandar. "Saya rasakan beberapa minggu terakhir begini kondisinya, pantesan itu di parkiran kendaraan menumpuk. Karena parkir penuh akhirnya yang di jalan menunggu tempat kosong buat parkir juga," jelas Fathan.
Sejak 04 Juni 2026 sore, ratusan truk terjebak di kantung parkir Bulusan. Pada 05 Juni 2026 dini hari pukul 00.00 WIB, truk-truk itu masih menunggu giliran. Puluhan truk lainnya terjebak di sepanjang 6 kilometer, mulai dari Patung Gandrung Watu Dodol hingga Pelabuhan Ketapang.
Bambang, sopir truk berusia 47 tahun, mengungkapkan: "Ini sepur-sepuran pokoke sejak dari Watudodol, cocok tenan iki (kereta-keretaan pokoknya sejak Watudodol, cocok sekali ini). Nggak bergerak," sambil menonton video yang dikirim ke media.
Herman, sopir berusia 55 tahun, menambahkan: "Saya dari jam 1 masuk belum dapat giliran masuk kapal. Ini banyak bolo (teman) sopir lainnya yang juga tertahan di Bulusan," katanya. Ia sudah menunggu sejak pukul 01.00 WIB di kantung parkir Bulusan.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, gelombang laut pada 04 Juni 2026 terpantau normal. Tidak ada himbauan ancaman gelombang tinggi atau gangguan cuaca lainnya.
Dengan semua fakta di atas, kemacetan di Pelabuhan Ketapang disebabkan oleh prosedur dokumen online yang memakan waktu lebih lama dari standar. Kondisi ini menambah beban bagi para sopir truk yang menunggu giliran, sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di sepanjang 6 kilometer. Sementara cuaca tetap stabil, proses administratif menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Ruediger: Real Madrid Harus Bangkit Setelah Tahun Tanpa Gelar
Kevin Sanjaya Sukamuljo Kembali ke Istora, Tidak Lagi Pemain
YS, ND Ditangkap Polisi Syariah Banda Aceh, Tanpa Pihak
UIN Jakarta Buka Pendaftaran SPMB Mandiri Reguler 2026
Cek Status PIP Juni 2026 & Panduan Aktivasi Rekening
Pemerintah: IHSG Turun, Defisit 0,9% Menimbulkan Kecemasan
