Kematian Dua Anak Harimau Zoo Akibat Virus Panleukopenia
Gambar atau konten salah?
Huru dan Hara, dua anak harimau Benggala, meninggal di Bandung Zoo setelah terjangkit virus panleukopenia. Kedua harimau ini lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun).
Hara menjadi korban pertama, berakhir pada 24 Maret 2026, diikuti oleh Huru pada 26 Maret 2026. Kematian kedua harimau terjadi di pagi hari, sekitar saat pergantian piket petugas.
Menurut Ery Mildranaya, Humas BBKSDA Jabar, “Meninggal terjadi pagi hari, sekitar saat pergantian piket petugas,” kata Ery saat dikonfirmasi wartawan di Bandung Zoo.
Setelah Hara meninggal, Huru sempat menunjukkan perbaikan. Namun, kondisi kembali menurun. “Sebelumnya, kami sempat memiliki harapan karena berdasarkan keterangan dokter hewan jika satwa bisa bertahan melewati 48 jam, bahkan hingga 72 jam, peluang hidupnya cukup besar. Salah satu anakan sempat menunjukkan perbaikan kondisi, sehingga kami optimistis. Namun, pada akhirnya kondisinya kembali menurun,” ungkapnya.
Gejala yang muncul pada Huru meliputi muntah-muntah, diare, dan darah pada feses. “Gejala yang muncul antara lain muntah-muntah dan diare, bahkan terdapat darah pada feses. Meskipun sempat membaik, kondisi Huru akhirnya kembali menurun hingga tidak tertolong,” tandasnya.
Upaya penanganan melibatkan banyak pihak. “Banyak pihak yang terlibat dalam perawatan dan pemantauan. Mulai dari Rumah Sakit Cikole, DKPP, BKSDA, hingga tim dari kebun binatang. Semua telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa,” ujarnya.
Reaksi emosional di kalangan staf dan pengunjung sangat kuat. “Hal ini memang menjadi kabar yang sangat memukul. Kami sangat berduka, karena kedua anak harimau tersebut bukan hanya sekadar satwa, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung. Kami tidak mengharapkan kejadian ini, karena berbagai upaya maksimal telah dilakukan, namun hasil berkata lain,” pungkasnya.
Keberadaan Huru dan Hara di Bandung Zoo telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Meskipun upaya medis dan perawatan telah maksimal, virus panleukopenia tetap menjadi ancaman serius bagi harimau yang hidup di penangkaran. Kematian kedua harimau ini menegaskan betapa pentingnya persiapan dan penanganan dini bagi hewan-hewan yang terpapar penyakit menular.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
16 Juli 2026 Bertepatan dengan 1 Safar 1448 H
Inggris Tersingkir Lagi, Argentina Balikkan Keadaan
Ramalan Zodiak Keuangan 16 Juli 2026
Bupati Subang: Galian Tanah Belum Masuk PAD Karena Izin
28th Sky Beach Club Hadir di Atap Hotel Surabaya
WHO: Kasus Kanker Global Diprediksi Hampir Dua Kali Lipat pada 2050
Waktu Minum Air Ternyata Penting, Ini Panduannya
Inggris Gagal Lagi di Semifinal Piala Dunia
Prakiraan Cuaca Lampung 16 Juli: Berawan, Kabut, Suhu 16-32°C
