Kematian Harimau Anak di Kebun Binatang Bandung Akibat Virus
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan penyebab kematian Hara, anak harimau yang sempat dipelihara di Kebun Binatang Bandung. Menurutnya, hewan tersebut mati karena terkena virus yang dibawa oleh induknya.
Farhan menemui petugas di Terminal Leuwipanjang pada pagi hari, setelah menerima laporan tentang kematian Hara di Bandung Zoo. Ia menegaskan bahwa Hara dan saudaranya, Huru, sudah terinfeksi virus sejak lahir pada 12 April 2025.
“Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar, keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” kata Farhan pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Hara dan Huru kini berusia 8 bulan. Keduanya lahir dari pasangan induk Shah Rukh Khan berusia 22 tahun dan Jelita berusia 4,5 tahun. Virus yang menyerang Hara dinamakan panleukopenia, yang sering menyerang kucing besar.
“Penyakit ini disebabkan oleh feline panleukopenia virus dan dapat menyebabkan penurunan sel darah putih. Virus ini memang khas pada kucing besar dan sulit diselamatkan jika sudah terinfeksi. Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah. Detailnya akan saya tinjau langsung, kemungkinan hari Jumat,” ungkap Farhan.
Pengobatan Hara meliputi antibiotik, antiemetik, larutan rehidrasi oral, suplemen imun, dan antivirus. Tim dokter, yang terdiri dari lima orang, memantau kondisi secara intensif.
“Menurut dokter, yang berjumlah lima orang dalam satu tim, hewan tersebut telah melewati fase kritis 72 jam. Biasanya setelah itu kondisi akan terus membaik, dengan pemantauan intensif. Makan sudah mulai masuk dengan bantuan keeper, dan secara bertahap ditingkatkan,” jelas Farhan.
Hingga pukul 14.19 WIB, Farhan memastikan kondisi Hara dan Huru sudah membaik. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan hewan tersebut lebih aktif. Pengobatan tetap dilanjutkan dengan intensif.
Dengan upaya medis yang terus dilakukan, harapan untuk penyembuhan Hara tetap ada. Situasi ini menyoroti pentingnya pengawasan kesehatan hewan di kebun binatang, terutama bagi spesies yang rentan terhadap penyakit virus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Dr Priya Bakal Kue Seri Muka, Gak Jelas Pandan Jadi Rumput
Brasil Imbang Maroko, Ancelotti Tegaskan Fokus Positif
Irjen Viktor Luncurkan Layanan 110 Cepat di Bangka Belitung
Japan Live di Trans Studio Bali: Cosplay 47 Peserta Memukau
Bojonegoro Prediksi 93 Desa Risiko Kekeringan Tahun Ini
Perempuan Surabaya Unggah Video tentang Batalnya Pernikahan
Pemerintah Sesuaikan Tarif Pajak Baru, Dampak Terbuka
Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda vs Jepang
