Kematian Ibu dan Anak di Blitar Turun Signifikan, Harapan

Ningsih R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Kematian Ibu dan Anak di Blitar Turun Signifikan, Harapan

Gambar atau konten salah?

Tren angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Blitar menurun secara signifikan selama dua tahun terakhir. Penurunan tersebut didasari oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah edukasi yang ditujukan kepada calon ibu untuk memperhatikan kondisi tubuh dan calon bayi dalam kandungan.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Blitar, pada tiga bulan pertama tahun 2026 tercatat 1 ibu, 20 bayi dan 2 anak yang meninggal. Angka ini tergolong rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun 2025, Dinkes mencatat sekitar 4 kasus kematian ibu, 93 kasus bayi dan 9 kasus anak, dengan total sekitar 102 kasus. Sedangkan pada tahun 2024, jumlah kematian bayi dan anak mencapai 127 kasus, terdiri dari 119 bayi dan 8 anak.

"Selama tiga bulan di awal tahun ini ada 1 kasus kematian ibu, untuk bayi sekitar 20 kasus dan anak sekitar 9 kasus. Semoga sampai dengan akhir tahun tidak ada penambahan kasus," kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, pada Selasa, 21 April 2026.

Menurut Christine, faktor utama yang memengaruhi angka kematian ibu dan anak adalah bayi yang dalam kondisi premature dan memiliki berat badan rendah. Kondisi bayi yang bermasalah atau mengalami gangguan/kelainan tersebut dipengaruhi langsung oleh kondisi kesehatan ibu saat hamil maupun penyulit saat persalinan.

"Misalnya pada data tahun lalu angka kematian balita itu sekitar 9,91 persen dari 1.000 kelahiran hidup. Beberapa kendala yang telah diidentifikasi terkait terjadinya kematian bayi sampai balita itu antara lain masih adanya kasus DBD, kelainan kongenital atau penyakit infeksi balita dan sebagainya," jelasnya.

Christine menegaskan bahwa pihaknya terus menggalakkan edukasi maupun sosialisasi terhadap calon ibu dan ibu hamil untuk mencegah kematian. Kondisi kesehatan dan mental ibu diutamakan agar dapat melahirkan bayi dalam keadaan sehat dan sempurna. Selain itu, ibu yang sehat setelah melahirkan juga penting untuk diperhatikan.

Beberapa upaya pencegahan kenaikan angka kematian ibu dan bayi dilakukan, di antaranya melaksanakan edukasi Drill Emergency untuk jejaring rujukan kasus maternal dan neonatal, pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP) ibu dan bayi dengan dokter kandungan hingga bidan, serta skrining pada bayi baru lahir meliputi skrining hipotiroid kongenital (SHK) dan sebagainya.

"Kemudian kami juga lakukan edukasi secara masif tentang pengasuhan balita melalui kelas khusus yang mencakup materi pola asuh, pemberian gizi, tumbuh kembang serta bagaimana cara menjaga kesehatan anak balita. Dengan tujuan agar ibu dan balita di Kabupaten Blitar ini dapat tumbuh dengan sehat dan dalam kondisi baik," tandasnya.

Upaya edukasi dan skrining terus menjadi fokus Dinkes Kabupaten Blitar. Dengan pendekatan ini, diharapkan angka kematian ibu dan anak tetap menurun, dan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya perawatan kesehatan selama kehamilan, persalinan, dan masa bayi.

Kematian ibu dan anakEdukasi calon ibuPremature bayiSkrining hipotiroid kongenitalDinkes Kabupaten BlitarAudit Maternal PerinatalKematian DBD

Komentar

Memuat komentar...