Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H

Gambar atau konten salah?

Hari Minggu, 17 Mei 2026, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H. Sidang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor Kemenag, Jakarta. Pemerintah mengundang berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat Islam hingga para ahli astronomi, untuk menentukan kapan bulan Hijriah baru dimulai.

Sidang isbat adalah forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah. Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan: “Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah.”

Proses penetapan awal Zulhijah menggabungkan dua metode: hisab, yaitu perhitungan astronomi, dan rukyat, yaitu pengamatan hilal secara langsung. Data hisab memberi gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menambah konfirmasi faktual melalui pengamatan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Pendekatan ini memastikan keputusan tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan.

Agenda sidang dimulai dengan seminar posisi hilal, di mana tim hisab rukyat Kemenag memaparkan data astronomi terkini. Selanjutnya, panitia menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Menteri Agama akan memimpin sidang, mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi.

Sementara itu, peneliti Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, memprediksi hari raya Idul Adha 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 27 Mei 2026. Ia berkata: “Insyaallah Idul Adha 1447 H seragam.”

Menurut Thomas, pada 17 Mei 2026 posisi hilal saat Magrib sudah cukup tinggi di seluruh Indonesia dan hampir seluruh dunia. Berdasarkan perhitungan astronomi, kriteria penetapan awal Zulhijah, baik Muhammadiyah, pemerintah, maupun Arab Saudi, diperkirakan sama-sama terpenuhi. Ia menambahkan: “Maka, KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Idul Adha 27 Mei 2026.”

Meski begitu, Thomas menegaskan bahwa kepastian penetapan Idul Adha tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah. Ia menyatakan: “Kepastiannya, kita tunggu keputusan pemerintah setelah sidang isbat.”

Thomas juga menilai kemungkinan perubahan tanggal sangat kecil. Ia menutup dengan: “Kemungkinan besar tidak berubah.”

Sidang isbat 1 Zulhijah 1447 H akan diselenggarakan pada hari Minggu, 17 Mei 2026, mulai pukul 16.00 WIB, di Auditorium HM Rasjidi, Jl. MH Thamrin No. 6, Jakarta Pusat. Rangkaian acara meliputi seminar posisi hilal, laporan hasil rukyat, sidang isbat, dan konferensi pers pengumuman 1 Zulhijah.

Dengan kombinasi data astronomi dan pengamatan lapangan, pemerintah berupaya memastikan penetapan awal bulan Hijriah dan tanggal Idul Adha dapat diatur secara akurat. Hasil sidang isbat akan menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia dalam menyiapkan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Sidang IsbatZulhijahIdul AdhaAstronomiRukyatKementerian Agama

Komentar

Memuat komentar...