Kemenpora Ringkas 191 Permen jadi 4, Tingkat Indeks 82,38

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Kemenpora Ringkas 191 Permen jadi 4, Tingkat Indeks 82,38

Gambar atau konten salah?

JakartaKomisi X DPR RI mengapresiasi program Transformasi Birokrasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pada rapat kerja Komisi X pada Selasa (02 Juni 2026), Menteri Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (Menpora) Erick Thohir menjelaskan komitmen kementerian untuk memperbaiki pelayanan di bidang kepemudaan dan olahraga.

Erick menegaskan bahwa transformasi birokrasi adalah fondasi utama untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ia menambahkan, “Tidak ada lagi aturan berbelit‑belit dan rumit yang malah menjadi penghambat kontribusi beragam stakeholder, untuk ikut memajukan kepemudaan dan prestasi olahraga kita.”

Dalam upaya sederhanakan regulasi, Kemenpora mengurangi total 191 Permenpora menjadi hanya 4 Permenpora yang mengatur empat bidang: pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, olahraga prestasi, dan industri olahraga. Selain itu, jumlah pasal dalam Permenpora yang semula mencapai 1.500 pasal berkurang 60 %, sehingga tersisa 600 pasal.

Hasilnya, Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora naik dari 80 menjadi 82,38. Erick menyatakan, “Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa kita harus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, dengan melakukan transformasi birokrasi sebagai fondasi dan kunci utama. Tidak ada lagi aturan berbelit‑belit dan rumit yang malah menjadi penghambat kontribusi beragam stakeholder, untuk ikut memajukan kepemudaan dan prestasi olahraga kita. Alhamdulillah upaya Kemenpora untuk menghadirkan aturan yang efektif dan efisien melalui deregulasi Permenpora membuahkan hasil positif. Ditambah juga dengan transformasi kultur internal, sehingga Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora meningkat,” ujar Erick dalam keterangan tertulis, Rabu (03 Juni 2026).

Erick menambahkan bahwa perubahan kultur internal dilakukan melalui program peningkatan kompetensi pegawai, penyederhanaan standard operating procedure (SOP), sistem penghargaan berbasis kinerja, dan digitalisasi. Langkah ini bertujuan mewujudkan kinerja yang lebih efektif dan efisien.

Perkembangan Indeks Reformasi Birokrasi merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kemenpora dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Erick menutup pernyataannya dengan, “Ke depan, Kemenpora akan terus meningkatkan kualitas di seluruh lini agar mampu mencapai nilai yang lebih optimal hingga masuk kategori memuaskan atau kategori A, dengan target nilai 85‑90.”

Keberhasilan ini mendapat penilaian positif sekaligus dari Komisi X DPR RI. Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Demokrat, Sabam Sinaga, menilai langkah penyederhanaan regulasi yang dilakukan pemerintah merupakan upaya positif dalam mendukung pengembangan olahraga dan kepemudaan. Ia berkata, “Kami apresiasi tindakan yang dikerjakan Pak Menteri berkaitan simplikasi aturan. Aturan yang dibuat jangan menjadi kekosongan hukum, jangan merugikan pelaku olahraga dan para pemuda dan jangan sampai menimbulkan interpretasi beragam.”

Transformasi birokrasi Kemenpora menunjukkan bahwa pengurangan regulasi dan peningkatan kultur internal dapat meningkatkan indeks reformasi. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki layanan publik di sektor kepemudaan dan olahraga, sekaligus membuka ruang bagi stakeholder untuk berkontribusi tanpa hambatan birokrasi.

transformasi birokrasiKemenporaErick ThohirPermenporaIndeks Reformasikepemudaanolahragaderegulasi

Komentar

Memuat komentar...