Ketua DPRD Bogor Tekankan Mendengarkan Dasar Kepemimpinan
Gambar atau konten salah?
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan bahwa mendengarkan adalah dasar bagi pemimpin yang baik. Ia mengungkapkan hal ini saat mengisi materi pelatihan Leadership, Management, and Effective Communication Training di Kampus IPB Dramaga pada 10 Mei 2026.
Acara berjudul RESPECT H1 (Residential Empowerment and Character Training) berlangsung di ruang kelas Common Class Room (CCR). Peserta terdiri dari mahasiswa Senior Resident yang berada di bawah Program Pembinaan Akademik dan Multibudaya IPB University. Mereka bertugas membina adik‑adik tingkat di asrama.
Dalam paparan singkatnya, Adityawarman menekankan bahwa komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan cara membangun kepercayaan lewat interaksi nyata. Ia menyajikan empat poin kunci: komunikasi efektif sebagai pilar kepemimpinan, membangun kepercayaan, keterampilan mendengarkan aktif, serta kolaborasi dan penyelesaian konflik.
“Pemimpin yang baik di antaranya lahir dari kebiasaan mendengar sebelum bicara,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penguasaan soft skill ini sangat menentukan keberhasilan karier dan kualitas hubungan di masa depan.
Adityawarman mengaku terkesan dengan semangat mahasiswa Senior Resident. Ia menyatakan bahwa para peserta sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan sejak dini, tanpa menunggu usia matang. “Saya terkesan para peserta ini adalah mereka yang dipercaya membina rekan sebayanya. Mereka tidak menunggu tua untuk memimpin. Dari sekarang mereka sudah melakukannya,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan dari tokoh publik dan praktisi untuk memotivasi generasi muda. “Tugas kita yang sudah lebih dulu di jalan ini adalah hadir, berbagi, dan percaya bahwa generasi ini mampu. Dan kami bangga jadi bagian dari prosesnya,” pungkasnya.
Acara ini menyoroti peran penting soft skill dalam pengembangan karakter mahasiswa. Dengan menekankan mendengarkan, membangun kepercayaan, dan kolaborasi, pelatihan ini memberi contoh konkret bagaimana pemimpin masa depan dapat tumbuh melalui pengalaman langsung di lingkungan akademik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
