Ketupat 2026: 32.315 Pemudik Berangkat Tanjung Kalian

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Ketupat 2026: 32.315 Pemudik Berangkat Tanjung Kalian

Gambar atau konten salah?

Polres Bangka Barat (Babar) mencatat jumlah pemudik lebaran 2026 yang keluar lewat Pelabuhan Tanjung Kalian melonjak dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Ketupat Menumbing 2026 berlangsung dari 13 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, 32.315 pemudik meninggalkan pelabuhan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengungkapkan data tersebut dalam pernyataan pada 27 Maret 2026. Ia berkata: "Jumlah penumpang yang berangkat lewat Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, tercatat mencapai 32.315 orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penumpang yang datang ke Bangka yakni 10.485 orang,".

Penjelasan Kapolres menegaskan bahwa angka tersebut berasal dari data manifest kapal yang berangkat lewat Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api. Data dikumpulkan sejak 13 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026.

Ia menambahkan: "Kondisi ini menunjukkan bahwa arus mudik lebih dominan dibandingkan arus balik selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung,". Hal ini menandakan lebih banyak orang yang pergi keluar daripada yang kembali.

Pada puncak arus mudik, kendaraan yang melintas keluar melalui pelabuhan juga mengalami lonjakan. Untuk kendaraan roda dua, totalnya mencapai 3.026 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.697 unit. Sedangkan kendaraan roda enam hingga tronton totalnya 314 unit.

Perbandingan persentase menunjukkan bahwa keberangkatan pemudik naik sebesar 35 % dibandingkan tahun 2025, sementara pemudik yang tiba di pelabuhan naik sebesar 20 %. Kendaraan roda dua yang berangkat naik 58 %, sedangkan yang tiba naik 59 %. Kendaraan roda empat naik 56 % untuk berangkat dan 39 % untuk datang. Kendaraan roda enam turun 70 % untuk berangkat, namun naik 80 % untuk datang. Kendaraan R6/Fuso berangkat naik 53 % dan datang naik 34 %.

Kapolres menjelaskan lonjakan ini dipengaruhi banyaknya masyarakat yang mudik lebaran 2026 menggunakan jasa penyeberangan, sehingga terjadi penumpukan. Keterbatasan armada kapal dan dermaga menjadi faktor utama.

Ia menegaskan: "Data ini menunjukkan adanya lonjakan penumpang pada arus mudik. Hal ini berdampak pada kepadatan di Pelabuhan Tanjungkalian, namun dapat diantisipasi dengan pengaturan yang kami lakukan bersama instansi terkait,". Pengaturan tersebut melibatkan koordinasi dengan pihak terkait.

Polres Babar menerapkan sistem penampungan kendaraan sebelum masuk ke area pelabuhan guna memastikan antrean berjalan sesuai jadwal tiket. Sistem ini membantu mengurangi kemacetan dan menjaga keamanan.

Operasi kemanusiaan ini berjalan aman dan kondusif. Dengan data yang transparan, pihak berwenang dapat merencanakan penanganan arus mudik yang lebih baik di masa depan.

Polres Bangka BaratPemudik Lebaran 2026Pelabuhan Tanjung KalianOperasi Ketupat MenumbingArus Mudik DominanKendaraan Roda DuaKeterbatasan Armada Kapal

Komentar

Memuat komentar...