Keuangan: Inflasi Terkendali, Tidak Ada Ancaman Hiperinflasi

Ningsih R. · 1 min baca · 29 hari lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Keuangan: Inflasi Terkendali, Tidak Ada Ancaman Hiperinflasi

Gambar atau konten salah?

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengatakan pada konferensi pers di kantor menteri di Jakarta Pusat, Selasa (05 Mei 2026), bahwa daya beli masyarakat Indonesia tetap kuat meski harga barang naik.

Ia menanggapi narasi yang beredar di media sosial, khususnya TikTok, yang menyebut Indonesia terancam hiperinflasi. Menurutnya, penyebar berita tersebut tidak memahami definisi dasar ekonomi.

"Ada yang bilang hiperinflasi loh baru-baru ini di Tiktok. Kita menuju hiperinflasi, padahal dia nggak tahu definisi hiperinflasi itu apa," ujar Purbaya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan (year on year/yoy) di Indonesia turun menjadi 2,42 % pada bulan April 2026, menurun dari 3,48 % bulan sebelumnya. Angka ini masih berada di bawah target pemerintah.

Menurut Purbaya, meski ada kenaikan harga, inflasi tetap terkendali. "Jadi inflasi masih terkendali. Kalau naik, harganya ada yang, naik ada turun. Tapi secara agregat seperti ini, artinya kenaikan harga tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Dan ini adalah angka yang sempurna ya, target kita 2,5 plus minus 1," ia menegaskan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga inflasi agar tidak menanjak. "Ini kita pastikan terus sampai ke depan terkendali terus inflasinya. Jadi ekonomi kita nggak kepanasan, hiperinflasi masih jauh. Itu pengamat-pengamat itu mesti belajar lagi gitu, bukan semua ya, ada yang jelek-jelekin saya lihat, mereka bilang hiperinflasi," tambahnya.

Secara keseluruhan, Menteri Keuangan menegaskan bahwa meskipun harga barang naik, ekonomi Indonesia masih stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda hiperinflasi. Inflasi yang terkendali dan target 2,5 % ± 1 % memberi keyakinan bahwa daya beli masyarakat tidak akan tergerus secara signifikan.

Purbaya Yudhi SadewaMenteri Keuanganinflasihiperinflasidaya beliBPStarget 2,5%

Komentar

Memuat komentar...