Kim Ju Ae: Gaya Rambut Baru dan Larangan Meniru di Korea Utara

Kartika D. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Kim Ju Ae: Gaya Rambut Baru dan Larangan Meniru di Korea Utara

Gambar atau konten salah?

Kim Ju Ae, putri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, semakin menonjol di mata publik internasional. Ia dipandang sebagai calon penerus kepemimpinan negara yang terkenal tertutup. Pemerintah Korea Utara menyiapkan langkah-langkah untuk menempatkannya di posisi yang strategis.

Di berbagai acara resmi, Kim Ju Ae sering menampakkan diri bersama ayahnya. Ia terlihat bersahut-sahutan, namun penampilannya menjadi sorotan utama. Gaya rambutnya, yang dikenal dengan istilah half updo, menampilkan bagian atas yang bervolume dan bagian bawah yang bergelombang. Banyak pengamat media menilai bahwa gaya ini akan menjadi ciri khasnya.

Namun, pemerintah Korea Utara mengumumkan larangan meniru gaya rambut tersebut. Menurut aturan terbaru, siapa pun yang meniru gaya yang disebut “ayam jantan” dapat dikenai sanksi berupa pemotongan rambut paksa dan kerja paksa selama enam bulan. Sanksi ini menegaskan betapa seriusnya negara tersebut dalam menjaga citra publik.

Penampilan Kim Ju Ae juga menimbulkan perhatian karena kemewahan yang terlihat. Di tengah keterbatasan akses informasi, laporan menunjukkan ketimpangan mencolok antara kehidupan elite dan masyarakat umum. Seorang sumber mengungkapkan, “Aku mendengar dari seseorang di Korea Utara tentang meningkatnya kekecewaan karena mereka melihat Kim Ju Ae dengan pakaian mahalnya, tampak seperti gadis kecil di acara‑acara penting, sementara warga biasa menanggung aturan yang semakin buruk dan kesulitan ekonomi.”

Gambar Kim Ju Ae bersama ayahnya di meja resepsi hotel pada 20 Desember 2025 menjadi bukti visual dari kehadirannya di ruang publik. Foto tersebut dipublikasikan oleh agensi resmi Korea Utara. Selain itu, potret beliau juga dipajang di Kedutaan Besar Korea Utara di Beijing, menandai upaya memperluas pengaruhnya di panggung internasional.

Pada akhir tahun lalu, Kim Ju Ae dilaporkan menerima penghormatan dari para perwira militer tanpa kehadiran ayahnya. Langkah ini menandai peningkatan statusnya di kalangan militer. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan penting: menyaksikan uji coba rudal, mengikuti kunjungan kenegaraan, dan menghadiri parade militer berskala besar.

Menurut S Paul Choi, seorang pengamat militer dan keamanan dari Seoul, langkah ini merupakan bagian dari strategi membangun legitimasi Kim Ju Ae di mata publik dan militer. Ia berkata, “Semua perhatian dan sinyal publik yang disengaja ini sangat menarik. Di Korea Utara, dukungan militer sangat penting, jadi apakah mereka mencoba membangun kredibilitas Kim Ju Ae di mata kelompok garis keras?”

Choi juga menyoroti tantangan budaya patriarkis di Korea Utara. Ia menambahkan, “Bagaimana Kim Jong Un tahu siapa yang benar-benar setia kepadanya, apalagi kepada putrinya? Jadi, saya bertanya‑tanya apakah dia mencoba memberikan jaminan kepada Kim Ju Ae ketika dia tidak ada. Ini memungkinkan Kim Ju Ae untuk membangun kredibilitas sekaligus membangun dukungan populer di kalangan publik.”

Pengamatan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menampilkan Kim Ju Ae di panggung publik, tetapi juga memanfaatkan citra tersebut untuk menumbuhkan dukungan populer. Sementara itu, ketimpangan gaya hidup elite dan kesulitan ekonomi masyarakat biasa tetap menjadi isu yang menimbulkan kekecewaan.

Di balik penampilan glamor, pemerintah tetap menegakkan aturan ketat. Larangan meniru gaya rambut “ayam jantan” dan hukuman yang diberlakukan menandai upaya menjaga kontrol atas citra publik. Sementara itu, upaya membangun legitimasi Kim Ju Ae melalui kehadiran di acara-acara penting menunjukkan strategi yang terencana.

Secara keseluruhan, Kim Ju Ae menjadi simbol yang diharapkan dapat memimpin masa depan Korea Utara. Penampilannya di ruang publik, dukungan militer, dan kebijakan pemerintah menciptakan gambaran tentang bagaimana negara ini menyiapkan pemimpin berikutnya. Keberadaan ia di panggung internasional, serta upaya menjaga citra publik, menunjukkan bahwa Korea Utara tetap berfokus pada strategi legitimasi dan kontrol sosial.

Kim Ju AeKorea UtaraKim Jong Ungaya rambut half updolarangan “ayam jantan”legitimasimiliterkontrol sosial

Komentar

Memuat komentar...