Kisah Ulasan Anak SD Bawa Menu Kafe Jadi Inovasi Anak
Gambar atau konten salah?
Katherine Peel, siswi kelas tiga SD, menulis ulasan tentang kafe lokal la Madeline pada majalah sekolahnya. Ulasannya, yang ditulis secara sukarela, menampilkan suasana hangat kafe dan menu yang menggugah selera. Kata-kata sederhana namun jujur membuatnya berbeda dari ulasan biasa.
Setelah menulis, ayah Katherine membagikan tulisan tersebut melalui LinkedIn. Ulasan itu sampai ke tangan CEO la Madeline, John Dillon. Ia terkesan tidak hanya dengan pujian, tetapi juga dengan cara Katherine menggambarkan perasaan emosional saat berada di kafe.
CEO John Dillon memutuskan untuk mengundang Katherine dan keluarganya ke kafe. Mereka tidak hanya melihat tur dapur biasa, tetapi juga diajak melihat proses di balik pembuatan kue dan makanan.
Selama kunjungan, Katherine dan saudara-saudaranya ikut serta dalam aktivitas memasak, seperti membuat fruit tart. Ini bukan sekadar tur; mereka benar-benar terlibat dalam proses kreatif.
Ide-ide yang muncul selama aktivitas tersebut, seperti croissant isi khusus untuk anak dan menghidupkan kembali menu pasta favorit, diterima dengan baik oleh tim la Madeline. Ide-ide ini kemudian menjadi dasar bagi kafe untuk merancang menu yang lebih ramah anak.
Ayah Katherine, James, mengungkapkan betapa berkesannya pengalaman ini. Ia berkata, “la Madeline benar-benar bertindak luar biasa dengan menghadirkan pengalaman untuk Katherine dan keluarga kami. Mereka bahkan memiliki celemek custom untuknya, yang terus dipakai oleh anak-anak kami di rumah.”
Seorang anak SD, berusia belum genap 10 tahun, berhasil membuat keluarganya bangga. Dari ulasan sederhana menjadi peluang nyata untuk berpartisipasi dalam pembuatan menu. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa kreativitas anak dapat dihargai dan diimplementasikan dalam dunia kuliner.
Pengalaman ini menegaskan bahwa peluang bagi anak muda tidak terbatas pada usia. Dengan dukungan orang tua dan platform yang tepat, ide-ide segar dari generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam inovasi produk. Katherine Peel menjadi contoh bahwa suara anak dapat memengaruhi keputusan bisnis, sekaligus mempererat hubungan keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
