Klungkung Evaluasi Retribusi Nusa Penida Saat High Season
Gambar atau konten salah?
Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menemukan banyak kendala saat memeriksa sistem pemungutan retribusi wisatawan di Nusa Penida.
Ia menilai bahwa sistem pemungutan digital masih belum terintegrasi satu pintu. Hal ini membuat data penyerapan pendapatan pariwisata tidak optimal, bahkan ketika high season berlangsung.
Masalah-masalah tersebut terungkap saat sidak mendadak di Pelabuhan Banjar Nyuh pada 4 Juni 2026. Pemeriksaan menunjukkan bahwa saat ini tidak terlalu padat, namun pada high season petugas masih kewalahan, seperti yang dikatakan Tjok Surya: “Saat kami cek, memang kondisi di lapangan saat ini tidak begitu crowded (padat). Namun, pada saat high season, laporan petugas tadi, petugas masih kewalahan,” ujar Tjok Surya, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa e-ticketing masih terbagi di beberapa aplikasi mitra seperti Easybook dan Trip.com. Pembagian ini menimbulkan celah potensi retribusi yang tidak terserap maksimal.
Oleh karena itu, Pemkab Klungkung akan mengevaluasi penggunaan aplikasi mitra tersebut yang belum berada dalam satu pintu. Evaluasi ini penting agar pemerintah daerah dapat memperoleh data riil secara real-time mengenai jumlah turis yang masuk ke Nusa Penida.
Selain itu, Tjok Surya mengakui keterbatasan sistem dan SDM yang menyebabkan penarikan retribusi wisatawan seringkali kedodoran. Ia menilai perlu peningkatan infrastruktur penunjang, seperti pos penjagaan di Pelabuhan Banjar Nyuh.
“Kita pungut di hilir, bukan di hulu. Karena keterbatasan kemampuan ini, banyak potensi yang belum terserap maksimal,” ungkapnya.
Di sisi lain, Tjok Surya menegaskan bahwa sistem pengawasan yang ketat harus dipetakan kembali untuk menutup celah yang memicu hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisatawan. Ia menambahkan: “Ini yang harus kami kejar dan benahi segera. Apalagi di musim high season,” jelasnya.
Perubahan ini menandakan bahwa pemerintah Klungkung sedang berusaha memperbaiki sistem pemungutan retribusi dengan menggabungkan platform digital dan meningkatkan pengawasan, agar potensi pendapatan pariwisata dapat terpakai secara lebih efisien, terutama saat puncak kunjungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
