KOI Kirim Surat ke Menteri Keuangan: Butuh Dukungan Anggaran 59 characters
Gambar atau konten salah?
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai efisiensi anggaran olahraga. KOI berharap dapat segera mengadakan audiensi untuk membahas kebutuhan persiapan atlet menuju berbagai multievent internasional.
Perhatian terhadap anggaran meningkat setelah sejumlah cabang olahraga mengalami pemangkasan dana menjelang agenda besar seperti Asian Games 2026 di Nagoya. Dampaknya sudah terasa di beberapa cabang olahraga, di mana ada yang mengurangi agenda try out, bahkan ada atlet yang dipulangkan ke klub masing-masing karena keterbatasan dana.
Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari mengatakan federasi olahraga membutuhkan komunikasi langsung dengan pengambil kebijakan soal pembiayaan olahraga nasional. “Jadi paska Rapat Anggota KOI kemarin, hasil kesepakatannya adalah kita harus bisa berkomunikasi langsung dengan regulator dalam hal ini pengambil kebijakan tentang pembiayaan anggaran,” kata Okto saat ditemui di kawasan Sudirman, Selasa (12 Mei 2026).
Ia menambahkan, “Dari kemarin kan belum sempat komunikasi. Saya komunikasi dengan para cabor dan mereka sepakat supaya bisa diberikan kesempatan berkomunikasi langsung dengan Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa).”
Okto juga menegaskan bahwa KOI telah bersurat pada hari Senin kemarin kepada Menteri Keuangan. “Kami dari KOI telah bersurat per hari Senin kemarin disampaikan kepada Menteri Keuangan, Pak Purbaya. Kita nunggu sekarang kalau dikasih kesempatan berkomunikasi itu pasti akan jauh lebih baik dan saya yakin sekali Pak Purbaya pasti akan membuka diri,” ujarnya.
KOI menilai dukungan anggaran menjadi faktor penting untuk menjaga prestasi olahraga Indonesia. Program latihan, training camp, hingga uji coba internasional sangat bergantung pada dukungan dana.
Indonesia sendiri akan menghadapi sejumlah agenda besar dalam waktu dekat, mulai dari Asian Games Nagoya 2026, Youth Olympic Games, Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG), hingga persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Okto menyatakan, “Saya melihat bagaimana antusiasnya dari Presiden kita Pak Prabowo yang begitu luar biasa terhadap olahraga. Tentu ini harus ditundang dan disupport oleh kebijakan-kebijakan dari para stakeholder lintas institusi yang bisa membawa atau mengantarkan para atlet kita memberikan prestasi yang terbaik,” ujar Okto.
Ia berharap audiensi dengan Menteri Keuangan nantinya bisa menghasilkan solusi terbaik untuk keberlangsungan pembinaan olahraga nasional. “Nanti kita jelaskan bahwa ada kebutuhan yang paling utama untuk para atlet yaitu latihan. Dan latihan itu bukan hanya di antara teman-teman, tapi dengan uji-coba tanding juga, baik di dalam maupun di luar negeri. Nah ini untuk memastikan prestasi kita juga tidak ketinggalan dengan negara-negara di Asia Tenggara, di Asia maupun di dunia,” tambahnya.
Okto menegaskan, “Karena prestasi itu enggak boleh sepotong-sepotong, harus konsisten. Saya yakin sekali sebagai pemimpin, pastikan punya pandangannya,” jelasnya.
Dengan situasi anggaran yang menekan, KOI menegaskan pentingnya dialog langsung dengan pihak kebijakan untuk memastikan atlet Indonesia tetap mendapatkan pelatihan dan kompetisi yang memadai menjelang ajang internasional besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
